• Breaking News


    Rabu, 09 Januari 2013

    Ormas Oi Murni Lahir Dari Rahim Ibu Pertiwi

    Organisasi Oi lahir bukan atas kepentingan elit politik yang umumnya memang membutuhkan adanya mobilisasi massa, merekrut sebanyak-banyaknya anggota dan simpatisan. Organisasi Oi didirikan atas niat luhur dari para penggemar (fans) Iwan Fals untuk berdiri diatas semua golongan, faham politik, profesi, gender, suku, ras, etnis dan agama.

    Mengapa saya mengatakan Oi  ‘murni lahir dari rahim Ibu Pertiwi?’ Kenyataan bahwa eksitensi organisasi Oi selama 12 tahun sejak berdiri tanggal 16 Agustus 1999 sehari sebelum hari peringatan kemerdekaan Indonesia, secara alamiah telah ‘beranak pinak’ tumbuh berkembang dari Sabang sampai Merauke, bahkan juga melintasi belahan benua, seperti di Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Timor Leste, Mesir, Boston USA dan terkahir berdiri di Maroko.

    Kelompok-kelompok Oi yang merupakan satuan organisasi terkecil dalam hirarki organisasi Oi, lahir dan bermunculan dengan sendirinya di berbagai daerah dan manca negara tanpa ada yang memerintahkan. Kenyataan itu tentu adalah hal yang membanggakan bagi sebuah organisasi kemasyarakatan yang dilahirkan tanpa modal material-finansial, tanpa campur tangan pemerintah dan tanpa dimodali oleh ‘para cukong politik’, kecuali sebatas semangat untuk bersatu sebagai sesame anak bangsa untuk kemudian membaktikan drinya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara. Dimata saya, Organisasi Oi adalah organisasi kemasyarakatan paling ‘unik’ dan menjadi satu-satunya organisasi kemasyarakatan di dunia yang lahir dan menjadi besar dari basis penggemar seorang artis penyanyi (fansclub). Meski organisasi Oi berangkat dari fans club Iwan Fals, namun dalam perkembangannya kemudian organisasi Oi telah berani mengambil keputusan dan sikap, menempatkan dirinya menjadi organisasi yang benar-benar mandiri dan secara perlahan telah mampu melepaskan diri dari bayang-bayang nama besar Iwan Fals.

    Organisasi Oi adalah organisasi yang sehat secara akal budi karena telah menempatkan posisi Iwan Fals ‘Sang Legenda’ dan sekalgus penggagas Oi, lebih sebatas sebagai patron moral dan inspirator, dan bukan sebagai  ‘tokoh kunci dan decision maker’ yang memiliki kewenangan luar biasa dalam menentukan hidup-matinya organisasi Oi, seperti yang banyak terjadi dalam kehidupan partai politik. Dalam kurun waktu 12 tahun, organisasi Oi dengan berbagai dinamika kehidupan berorganisasinya telah mampu menunjukkan jatidirinya sebagai organisasi yang laksana magnit menarik minat banyak kalangan dari berbagai strata ekonomi dan profesi, termasuk dari kalangan pendidik (guru dan dosen) dengan membentuk kelompok-kelompok Oi berbasis profesi.

    Kita semua berharap dimasa-masa mendatang organisasi Oi melalui kegiatan-kegiatannya yang terkristalisasi dalam program SOPAN (Seni-Olahraga-Pendidikan-Akhlak-Niaga) benar-benar dapat menjadi sebuah wadah alternative bagi generasi muda Indonesia khususnya dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, menjadi garda terdepan dalam pembangunan kemasyarakatan. Dan atas kerja keras semua komponen yang ada, baik di pusat maupun di daerah, organisasi Oi saat ini mendapat pengakuan dan menjadi mitra strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan pemuda Indonesia. Semoga.* (tablOi)

    (Oleh PUDJI PAMUNGKAS, SH. – Ketua Departemen Organisasi & Aparatur BPP Oi)

    2 komentar:

    1. ORMAS..... KAH,,,???? TOP COFFE..... BAGIAN DARI POLITIK KAH....??? SALAM OI....

      BalasHapus
    2. Izin share mas ... buat motivasi kawan2 Oi disini.i

      BalasHapus

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi