• Breaking News


    Minggu, 03 Februari 2013

    HIDUPKAN ROH MUSYAWARAH DAN TALI SILATURAHMI YANG KUAT


    Janji wawancara salah satu tokoh Oi kali ini akhirnya terlaksana juga, sudah lama tabloi ingin mewancarai beliau yang dikenal dengan nama panggilan Kang Digo , tokoh Oi yang pernah menjadi KETUA OI selama dua Priode ini punya nama asli Digo Zulkifli, sumbangsihnya dalam mengembangkan Organisasi Oi tidak diragukan lagi untuk itu dalam perayaan hari jadi Oi yang lalu kang Digo mendapatkan tanda kehormatan dari BPP Oi yaitu Lencana Satya Adi Pradana, Tabloi menjumpai bang Digo dirumahnya yang sejuk berikut petikan wawancara Team Tabloi yang begitu singkat.

    Dalam perjalanan abang kebeberapa daerah baru-baru ini menurut abang bagaimana perkembangan Oi sekarang ini ?
    Melihat Oi kini ada banyak kemajuan tapi, juga harus di lihat tidak menutup kemungkinan dalam perjalanan ada kemunduran. Jadi timbangan pemikirannya seperti itu, karna menggeneralisir Oi sekarang jelek ataupun bagus tinggal perbaikan disetiap titik persoalannya saja. Dalam Musyawarah di setiap tingkatan Oi (MUSKEL, MUSKOT, MUSWIL & MUNAS) saya pernah menyarankan saat datang di MUSKOT tepatnya di Kab. Tasikmalaya, sudahlah buat apa kita adakan pemilihan memangnya kita tidak saling kenal, memilih diantara keluarga dalam lingkaran saudara sampai ada Votting, votting kan pemilihan tertutup, bisa-bisa melahirkan Oposisi. Jadi, BPP Oi sekarang bisa dikatakan hasil dari itu, sampai mereka kader-kader yang tidak lolos membentuk forum. Melihat baik-buruknya ini merupakan akibat dari kehilangannya roh dalam Musyawarah.

    Nah kalau tentang kepengurusan Oi menurut abang sekarang ini bagaimana ?
    Saking semangatnya saya memang ingin mengungkapkan ini, Melihat perkembangan sekarang seharusnya dalam kepengurusan pusat, setiap Kota wajib mengirim orang untuk mengabdi jadi pengurus di BPP, mau jadi apapun mereka ia disana itu tidak masalah (Pengabdian) biar membuktikan bahwa BPP itu akomodatif terhadap kemampuan daerah. Mau di tingkat manapun dalam kepengurusan menurut saya Wajib itu, karna harus terwaliki. Dalam perapihan data base anggota Oi pun juga setiap pengurus dimanapun harus membenahi, karna sangat berpengaruh untuk perkembangan Oi kedepan nanti.

    Dalam manghadapi MUNAS 2013 nanti sebaiknya bagaimana ?
    Ya, saya akan percayakan ke forum hasil Munas. Seperti yang sudah-sudah terlaksana kan sudah keluar dan terpilih hasilnya. Jadi tidak perlu ada perebutan kekuasaan. Kalau memang nyatanya musyawarah jadi ayo dengan positif suasana harmonis kita bermusyawarah, bukan malah menciptakan perdebatan yang tidak jelas, yang menghina maupun yang menghujat sampai-sampai tenaga juga habis, dll. Kalau memang dalam suatu kota mempunyai kader atau pioner yang dapat kita percaya, ya berikanlah kepercayaan itu jadi pengurus di Pusat. Enak, jadi petugas atau pengurus apapun di Oi Pusat itu hebat. Coba kita lihat dari tugas 5 (lima) Menteri proram SOPAN Oi (Seni, Olahraga, Pendidikan, Akhlak dan Niaga), Mana ada yang ringan. 
    Makanya Oi itu wah sangat luar biasa. Sampai saya iseng-iseng merenungkan berarti syarat untuk jadi ketua Oi itu apa, ya rupanya menurut saya salah satunya adalah memang harus yang paling banyak waktu. Jadi harus fokus, kita tidak menganggap Oi itu sebagai organisasi yang kecil atau sampingan. Kurang lebih kulturnya menurut saya seperti itu. Dan perlu saya beri garis bawahi juga selama ini dalam Rakernas ataupun Munas Oi belum pernah menghasilkan RAPB Oi (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Oi) demi kemajuan dan pemberdayaan organisasi saya mengharapkan Munas ataupun Rakernas Oi kedepan agar dapat merancangkan itu.
    Jika kita benar benar memaknai kata BERSATULAH dengan ketulusan hati betapa besar Oi itu sesungguhnya

    Apa kegiatan kang Digo sekarang sekarang ini ?
    Saya sekarang sedang melakukan kegiatan tentang Bumi Hijau dengan komunitas Hijau, dan Insya Allah perjalanan Musik digo Band, sambil menutup wawancara dengan Tabloi. (*)


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi