• Breaking News


    Senin, 04 Februari 2013

    MENELISIK LEBIH JAUH MISTERI DI BALIK DUA HURUP 'Oi'

    Pudji Pamungkas
    Tanpa tendensi untuk memitoskan apalagi mensakralkan 'Oi', namun agaknya menggali makna dan keistimewaan yang ada dibalik misteri dua hurup hidup (vokal) 'O dan i' menjadi sesuatu yang menarik. Apakah kedua hurup O dan i yang kemudian disatukan menjadi bunyi 'Oi' yang dicetuskan oleh Iwan Fals hanya sebuah kebetulan belaka? Adakah campur tangan dari kekuatan alam metafisis saat merumuskan dan memadukan kedua huruf itu?

    Misteri apakah yang belum pernah diungkap tentang kedua hurup yang kemudian berpadu menjadi satu kesatuan kata yang luar biasa dan seolah memiliki kekuatan mistis magis itu? Jika kata 'Oi' juga dianggap sebagai sebuah 'seruan', mengapa harus O dan i? Mengapa bukan H, o dan i atau yang lainnya. Mengapa harus dua hurup hidup 'O' yang BULAT dan 'i' yang LURUS, dan bukan hurup mati (konsonan)? Dalam literatur mitologi, masyarakat di masa lalu banyak menggunakan simbol-simbol yang memberikan penggambaran tentang berbagai hal dalam kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Sang Pencipta dan dengan alam semesta. Lalu apa hubungannya? Penasaran? Ikuti analisa pakar 'metafisika' di edisi berikutnya.....

    Gak sabar ya? INILAH DIA :
    Ormas Oi berangkat dari NOL (O) dan ormas Oi harus berusaha untuk menjadi nomor SATU (i/1). Dalam dunia mitologi, huruf 'O' yang berbentuk BULAT itu dapat diartikan melambangkan gender 'perempuan-lingga' dan 'i' yang LURUS itu dapat diartikan melambangkan 'laki-laki-yoni'.
    Keduanya adalah hurup hidup (vokal), itu dapat dimaknai sebagai lambang ke-HIDUP-an manusia. Huruf 'O' berada di depan kemudian disusul huruf 'i' itu dapat dimaknai bahwa kaum lelaki akan selalu mendahulukan kaum perempuan sebagai bentuk penghargaan/penghormatan kepada kaum perempuan utamanya IBU. Hurup 'O' yang BULAT itu dapat melambangkan kokohnya sebuah ikatan persaudaraan dan 'i' yang LURUS itu dapat dimaknai sebagai perlambang AKHLAK yang baik, lurus dan berorientasi kepada Illahi.

    Perbaduan kedua hurup Oi itu dalam ucapan keseharian dapat berupa kalimat "Oiya... saya baru sadar...."; "Oiya saya baru tahu...."; "Oiya ya...saya sekarang mengerti...", dst, dstnya... Nah perpaduan dua hurup hidup (vokal) O dan i itu memang menjadi luar biasa dan pastinya cukup enak didengar dan simpel untuk disebutkan....dan tentunya ada sejuta makna lainnya, namun makna filosofis dari logo Oi tentunya yang dirumuskan dalam AD/ART Oi..... begitulah saudara saudara menurut pendapat dari seorang yang suka mengotak-atik kata dalam keadaan belum makan siang....

    Soal tanggal 16 AGUSTUS 1999 itu analisa ngawurnya begini : Silaturahmi saat pembentukan ormas Oi adalah tanggal 15-16 Agustus 1999, yakni sehari setelah HUT Pramuka, pandunya Indonesia (14-08) dan sehari sebelum HUT RI (17-08). Hari saat Oi dinyatakan berdiri adalah: 16 agustus 1999 (16-08-1999). Jika diutak atik ala paramedik, eh paranormal.... tanggal 16=1+6=7; bulan 8; dan tahun 199(9 atau 99/9+9=18/1+8=9) hingga terdapat angka yang berurutan 7,8,9. Angka 9 dan 99 sendiri dianggap sebagai angka istimewa. Nama Oi dapat ditinjau dari sisi matematika, sbb :
    Hurup O yg dapat dimaknai dengan angka 0 (nol) menduduki posisi pertama. Tidak ada angka yang mengalami perjuangan begitu lama sebelum diakui keberadaannya selain angka nol. Dan 'i' adalah bilangan imajiner. Guna menemukan nilai x dari persamaan x² + 1 = 0, tidaklah mungkin menemukan x sebagai bilangan riil, namun muncul sebagai bilangan imajiner yang dilambangkan dengan i dengan besar √-1. Angka 1, karena semua bilangan apabila dikalikan satu hasilnya adalah bilangan itu sendiri. (*)


    (Oleh : Pudji Pamungkas - Wakil Ketua BPP Oi)



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi