• Breaking News


    Kamis, 14 Maret 2013

    Akibat Byarpet, Masyarakat Tarakan Menjerit

    Rabu, 6 Maret 2013 ribuan massa akhirnya melakukan aksi demo besar-besar di Kota Tarakan. Demo massa ini dilakukan menyusul permasalahan listrik Tarakan yang sering mengalami pemadaman lampu. Hampir 5 bulan terakhir ini di Tarakan sering mengalami pemadaman listrik akibat PT. PLN (Pelayanan Listrik Nasional) Kota Tarakan tidak sanggup memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat Kota Tarakan. Akibatnya listrik di Kota Tarakan sering mengalami pemadaman dengan durasi 5 hingga 8 jam dalam sehari.
    Aksi demo masyarakat Kota Tarakan tersebut terkonsentrasi di tiga titik yaitu Gedung DPRD Kota Tarakan, Kantor Walikota dan Kantor PT. PLN Tarakan.

    BPK Oi Tarakan juga turut mengambil bagian dalam demo besar-besaran tersebut. BPK Oi Tarakan dan beberapa Organisasi Pemuda melakukan aksi long march dari Kawasan Simpang 3 menuju Gedung DPRD, dan melakukan orasi di gedung dewan tersebut. Beberapa elemen masyarakat serta masyarakat Tarakan lain mulai berdatangan di Gedung DPRD Kota Tarakan hingga memenuhi dan menutup akses jalan di depan gedung dewan.

    Setelah melakukan orasi di halaman gedung dewan, teman-teman Oi Tarakan dan beberapa organisasi pemuda lain yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Kota Tarakan, melanjutkan aksi longmarch ke Kantor Walikota. Sementara masyarakat masih berkumpul dan terus berdatangan ke gedung dewan. Sesampainya teman-teman di halaman parkir Kantor Walikota, sudah terlihat puluhan orang masyarakat telah berada di Kantor Walikota Tarakan lebih awal dan masyarakat sudah mulai terlihat emosi.

    Melihat situasi semakin memanas dan tidak kondusif, teman-teman yang tergabung dalam aksi tersebut sepakat untuk kembali ke kawasan THM dan membubarkan diri menuju posko. Sementara itu aksi demo masyarakat terus berlanjut hingga akhirnya terjadi pengrusakan. Terlihat beberapa tempat menjadi sasaran amukan massa. Di Gedung Dewan, aksi massa berubah menjadi anarkis setelah 7 orang anggota DPRD tidak bisa menghadirkan Walikota Tarakan.
    Akibat aksi anarkis massa ini, gedung DPRD Tarakan rusak parah di bagian Sekretariat. Puluhan Staff DPRD Kota Tarakan termasuk para anggota DPRD Tarakan terpaksa diungsikan. Aksi massa ini berlangsung selama 1 jam hingga direktur PT. PLN Tarakan dihadirkan dan beberapa perwakilan massa dibawa ke dalam ruang mediasi.

    Massa yang berjumlah ribuan tersebut terpecah kemudian ada yang menduduki kantor PLN Tarakan. Sebagian kecil massa memang sudah berkumpul sejak Pukul 08.00 pagi tidak jauh dari kantor PLN Tarakan. Aksi masa ini berubah anarkis setelah pecahan massa dari gedung DPRD Tarakan mendekat ke kantor PLN Tarakan. Massa sempat terlibat aksi dorong dengan aparat. Massa kemudian marah dan mulai melempari kantor PLN Tarakan dengan batu dan botol.
    Ruang pelayanan, halaman kantor rusak parah dilempari dan dihancurkan massa. Sementara staff kantor PLN Tarakan diamankan dengan pengamanan ketat dari personil Polri.

    Dalam waktu hampir bersamaan, di kantor Walikota Tarakan massa sudah mulai melempari batu dan botol ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sejak tiba didepan kantor Walikota Tarakan. Bahkan Kapolres Tarakan AKBP Desman S Tarigan sempat beberapa kali hampir terkena lemparan.

    Aksi massa ini didorong karena tuntutan mereka untuk segera menghadirkan Walikota dan menyampaikan tuntutannya langsung kepada Walikota Tarakan tidak juga dipenuhi. Akibatnya di kantor Walikota 2 mobil dan dirusak, 3 mobil lagi dilempari batu dan dipukuli kayu hingga rusak parah, kemudian 4 motor turut dirusak dan di pukuli kayu. Semua kendaraan merupakan kendaraan dinas kantor Pemkot Tarakan.

    Puncaknya di wilayah perkantoran Pemkot Tarakan, kantor Sekretariat, BKD, ruang serbaguna dan rumah dinas Walikota tidak luput dari amukan masa. Seluruh gedung milik Pemerintah tersebut rusak berat termasuk peralatan kantor dan barang elektronik.

    Akhirnya mediasi dilakukan sekitar 13.30 siang di ruang Imbaya kantor Sekretariat Pemkot Tarakan. Perwakilan dari massa yang berjumlah beberapa orang diberikan kesempatan untuk menyampaikan tuntutanya.

    “Tuntutan kami, mendesak Pemkot mengembalikan PLN Tarakan ke PLN Pusat paling lama akhir Maret 2013, kedua Pemkot memberikan subsidi kepada masyarakat selama pemadaman bergilir terjadi, ketiga DPRD Tarakan mencabut Perda No. 1 Tahun 2010 tentang Tarif Dasar Listrik (TDL) dan menuntut kompensasi segera diberikan kepada masyarakat sesuai Perwali No. 5 tahun 2012,” ujar Amin Tansi yang mengaku salah satu koordinator masa.
    Akhirnya kesepakatan diambil yaitu pemerintah menyetujui memberikan subsidi selama pemadaman bergilir terjadi, PT PLN menjamin dalam waktu satu bulan mendatangkan mesin dan menjamin tidak ada pemadaman sebagaimana saat ini terjadi dan segera mengembalikan PT. PLN Tarakan kepada Pemerintah pusat.

    Setelah melakukan aksi damai pada Rabu 6 Maret 2013, teman-teman dari G-Pemkot, HMI Tarakan dan Ormas Oi Tarakan sepakat kembali melakukan aksi damai pada hari Senin 11 Maret 2013. Aksi damai ini diikuti sekitar 50an orang yang melakukan longmarch dari THM Simpang 3 menuju Gedung DPRD Kota Tarakan.
    Seakan tidak mau "kecolongan" aparat keamanan terlihat berjaga-jaga dibeberapa titik jalan menuju Gedung Tarakan. Kegiatan damai ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dengan menurunkan personil dengan peralatan keamanaan lengkap.
    Rombongan dari teman-teman Oi Tarakan, HMI Tarakan dan G-Pemkot sesampainya di Gedung DPRD diterima untuk melakukan hearing dengan beberapa anggota dewan dan Pemerintah Kota.
    Dalam dengar pendapat tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan yaitu ;
    1. Kita memberikan waktu 1 bulan kepada PT. PLN (Pelayanan Listrik Nasional) untuk memperbaiki kondisi kelistrikan di Tarakan, apabila dalam jangka waktu yang di tentukan tetap terjadi pemadaman maka PLN Tarakan akan memberikan kita (maasyarakat-red) konpensasi sesuai Perwali No.5 tahun 2012,
    2. Tanggal 8 April 2013 kita rapatkan barisan bersama pemerintah kota dan DPRD untuk membahas rencana pengembalian PT.PLN Tarakan ke Pusat.(*)


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi