• Breaking News


    Senin, 25 Maret 2013

    BPK Oi Tarakan Kampanye Earth Hour, “Ini Aksiku! Mana Aksimu?”

    Seperti tahun lalu, Kampanye Earth Hour 2013 mengangkat tema ‘Ini Aksiku! Mana Aksimu?’ sebagai ajakan untuk saling menggugah sesama dalam perubahan gaya hidup yang lebih ramah dan berkelanjutan bagi Bumi kita. Sepanjang Kampanye Earth Hour tahun ini, secara khusus WWF-Indonesia dan Earth Hour Indonesia memfokuskan pesan-pesan seputar hemat energi, penggunaan transportasi publik, aktivasi taman kota, dan mengurangi sampah khususnya plastik, kertas, dan tisu.

    Sejauh ini, setidaknya ada 30 kota di penjuru Nusantara yang terpantau dan tercatat berkomitmen untuk menerapkan gaya hidup hijau dalam rangka mengurangi laju perubahan iklim yang dampaknya sudah secara nyata dirasakan. Berkembangnya partisipasi kota-kota di Indonesia tersebut tidak terlepas dari giatnya komunitas-komunitas masyarakat di lingkup lingkungan, bakat, dan hobi yang berkolaborasi dalam Komunitas Earth Hour Indonesia. Mereka secara partisipatif menularkan energi positif kepada jejaringnya di kota lain, kalangan bisnis, maupun pemerintahan. Dilaksanakan di 30 lebih kota, Earth Hour Indonesia 2013 didukung 500 komunitas, 14 Walikota/Bupati, dan 5 Gubernur.

    BPK (Badan Pengurus Kota) Oi Tarakan pada 23 Maret 2013 mendapatkan kepercayaan dari WWF untuk menfasilitasi Kampanye Earth Hour 2013 di Tarakan.
    Tarakan sendiri menjadi salah satu kota pendukung untuk Kampanye Earth Hour 2013. Semula Kampanye Earth Hour 2013 yang dilakukan oleh BPK Oi Tarakan dan WWF direncanakan digelar di Simpang Empat THM pada pagi hari dan di Taman Oval Markoni pada malam hari, akan tetapi rencana tersebut dibatalkan karena tidak mendapat izin dari pihak Kepolisian. Pihak keamanan (Kepolisian-red) untuk sementara tidak bisa memberikan izin kegiatan di tempat umum pasca demo besar-besaran masyarakat Tarakan terhadap PT. PLN Tarakan.

    Oleh karena tidak mendapatkan izin, maka kegiatan Kampaye Earth Hour dilakukan dihalaman sekretariat BPK Oi Tarakan dengan mengundang komunitas-komunitas yang ada di Kota Tarakan. Acara tersebut dikemas dengan sangat sederhana, dengan mematikan lampu yang ada di Sekretariat dan bersama-sama menyalakan lilin-lilin yang telah disiapkan, dilanjutkan diskusi tentang gaya hidup ramah lingkungan.

    Kampanye Earth Hour 2013 selain dihadiri perwakilan dari komunitas-komunitas juga di hadiri oleh Bapak Edi Pujianto dari BPLH Kota Tarakan dan mas Arman dari WWF.
    Bapak Edi Pujianto menyampaikan rasa kebanggaannya kepada BPK Oi Tarakan atas terselenggaranya Kampanye Earth Hour 2013 ini. Selain itu beliau juga menyampaikan program-program dari BPLH Kota Tarakan yang terkait dengan upaya-upaya Pemkot Tarakan dalam mensoasialisasikan gaya hidup yang ramah lingkungan.

    Sementara itu, mas Arman (dari WWF-red) menyampaikan tentang Kampaye Earth Hour. Mas Arman mengatakan bahwa Kampanye EARTH HOUR merupakan aksi serentak individu, komunitas, korporasi, dan pemerintah di seluruh dunia dalam usaha mengurangi laju pemanasan global dan dampak perubahan iklim. EARTH HOUR menjadi kampanye lingkungan hidup terbesar dalam sejarah karena tahun 2012 berhasil meraih 2 milyar pendukung dari 7.001 kota di 152 negara.  


    Di tahun kelima penyelenggaraannya di Indonesia, WWF-Indonesia mengajak publik untuk tetap berpartisipasi mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak sedang dipakai selama 1 jam pada hari Sabtu, 23 Maret 2013, pukul 20.30-21.30 (waktu setempat). EARTH HOUR hanya permulaan yang menunjukkan bahwa aksi ramah lingkungan dapat dimulai dari sesuatu yang mudah, murah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja di semua usia. 

    Mas Arman juga menambahkan bahwa tahun 2009, EARTH HOUR Indonesia dimulai di Jakarta. Namun berkat intensitas kampanye di ruang publik dan jejaring media sosial, ditambah semangat “Ini Aksiku! Mana Aksimu?”--inisiatif I Will If You Will dalam bahasa Indonesia--EARTH HOUR mengalami peningkatan revolusioner hingga mampu memobilisasi banyak kota di Indonesia untuk partisipasi dalam aksi perubahan gaya hidup.

    Tahun ini EARTH HOUR diikuti oleh lebih dari 30 lebih kota, mulai dari Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Jabodetabek, Bandung, Cimahi, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kota Batu, Sidoarjo, Kediri, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Denpasar, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Sangatta, Tarakan, Kotamobagu, Sorowako, dan Makassar.(*)



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi