• Breaking News


    Kamis, 09 Mei 2013

    Pelatihan dan Pengenalan Budidaya Burung Puyuh

    Sukabumi-- Menjalankan program SOPAN bidang Niaga, Oi Sukabumi adakan pelatihan dan pengenalan budidaya burung puyuh di Kp Cilangkap Cikembar Sukabumi, pada minggu 21 Oktober lalu. Diikuti sekitar 30 orang peserta dari pengurus BPK Kota dan Kabupaten Sukabumi serta beberapa perwakilan pengurus kelompok, pelatihan berjalan mulai sekitar pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Dibimbing oleh 3 pemateri yakni Ketua Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI), Slamet Wuryadi yang juga sebagai pembina bidang niaga BPK Oi Kabupaten Sukabumi, serta dua pemateri lain yang juga rekan kerjanya, Kris Riyanto dan Pram.

    Sebagai pembina bidang niaga, Slamet berharap Ormas Oi Sukabumi harus punya icon tersendiri, harus ada yang ditonjolkan dan menjadi ciri khas Sukabumi. Salah satunya dengan menjadi centra peternakan burung puyuh di Indonesia. Itu tidak menutup kemungkinan dan tidak muluk-muluk sebab ada beberapa keunggulan dari peternakan puyuh Sukabumi khususnya yang ia kelola. antara lain, produktifitas tinggi, penjualan selalu diatas modal artinya ada untung, dijual tunai, harga tidak ada gejolak artinya stabil, telur semi organik. Bahkan ada keunggulan dari faktor air, sebab air di Sukabumi merupakan air terbaik se asia tenggara. "itu juga mempengaruhi pada produktifitas dan tingkat kematian" terangnya pada TablOi seusai beri materi pelatihan.


    Disinggung kenapa harus puyuh, Slamet mengatakan pertama puyuh mudah diusahakan oleh siapa saja, sebab waktu pemeliharaannya relatif singkat. Seribu ekor saja hanya memerlukan waktu pemeliharaan paling lama sekitar 60 menit. Itu cuma beri pakan saja, kalau hari ini kasih pakan jam 6 pagi maka jam 6 pagi hari berikutnya baru kasih pakan lagi. Dan satu orang bisa menangani sekitar 5.000 ekor. "Bisa sambil ciptakan lagu atau nyanyiin lagunya Bang Iwan kan.." kelakar pria yang sudah bergelut usaha ternak puyuh sejak tahun 1982 ini.

    Kedua, puyuh tidak rawan penyakit sebab cuma ada dua penyakit puyuh  yakni NP atau biasa dikenal dengan sebutan tetelo jenis virus dan senot atau pilek dari jenis bakteri dengan tanda kepala bengkak. Sedangkan penyakit unggas pada umumnya ada sekitar 14 jenis penyakit. "itupun bisa diantisipasi dengan pemberian vaksinasi" ujarnya.

    Lebih lanjut, Slamet mengatakan bahwa ia optimis 15 sampai 20 tahun kedepan budidaya puyuh ini masih cukup berpeluang. Saat ini saja, permintaan untuk daerah Jakarta sekitar 8 juta butir telur puyuh perminggu, dan baru terpenuhi sekitar 2,1 juta butir. Makanya, dengan penyampaian metode pelatihan hulu sampai hilir diharap anak-anak Oi bisa menangkap peluang dimana kemampuan dan potensi yang dimilikinya lalu segera melakukan action jangan ditunda-tunda. Yang bisa beternak silahkan, atau hanya sekadar menjual hasil olahan pun silahkan. "Ini membuka peluang usaha untuk menata hidup kedepan" pungkasnya.


    Seperti kita ketahui, dari budidaya puyuh CV. Slamet Quail Farm milik Pak Slamet ini tidak hanya menghasilkan telur saja. Melainkan ada beberapa jenis olahan yang bisa dijual. Sebut saja diantara, telur puyuh asin, ekado, kaki naga, daging puyuh dan hasil olahan sebagai konsumsi kuliner lainnya.
     (*alan sukabumi)

    7 komentar:

    1. pingin jg budidaya puyuh ini ntar klo dah pulang.... Ada buku panduan tentang cara budidayanya gk ya....???

      BalasHapus
    2. silahkan mampir diblog saya, salah satu sentra peternakan puyuh termodern dan terbesar dijawa barat
      www.rudipuyuhindramayu.com

      BalasHapus
    3. harga burung puyuh dari umur 0 hari berapa ya pa

      BalasHapus
    4. harga burung puyuh 0 hari berapa ya pa

      BalasHapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      BalasHapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      BalasHapus
    7. kalaw mau usaha ternak puyuh sekaligus kursus d tempat bapak apa bisa pak?...terima kasih

      BalasHapus

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi