• Breaking News


    Kamis, 25 Juli 2013

    Harmoni lagu HIO Menghijaukan CONDET

    Iwan Fals sukses menghibur para penggemarnya di Lapangan Rindam Condet, Jakarta Timur, Selasa (23/07/2013) malam. Lantang terdengar suara musik menggambar sebuah kata yaitu  Hio...Hio....Hio... bermakana Harum Mewangi, itulah sebuah syair lagu yang di kutip dari salah satu judul lagu Iwan Fals “HIO“.

    Nama condet bagi sebagian warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi, lalu siapa sangka sang maestro Iwan Fals pernah tinggal di daerah ini. Ya, musisi Iwan Fals memang pernah mendiami rumah mungil di Jalan H. Ali Condet Jakarta Timur. Daerah yg terkenal dengan ikon salak nya ini memang cukup rindang untuk wilayah sekelas Jakarta, tak heran Iwan Fals pun tertarik untuk tinggal disini.


    Lapangan Rindam, Condet, Jakarta Timur menjadi lokasi ke empat dalam jadwal agenda konser DJARUM COKLAT yang mengangkat tema “NGABUBURIT BARENG“ bersama IWAN FALS dan BAND. Eforia penonton membangkitan semangat seorang Iwan Fals kala usia senja mangiringi langkah waktunya. Seperti konser–konser sebelumnya figur seorang ayah beranak tiga ini selalu menyisipkan beberapa puisi sosial dan hadist dari Al-Qur’an di sela lagu–lagunya, yang dimaksudkan untuk mengingatakan kesadaran sosial manusia dengan alam dan dengan sang penciptanya.

    Ada sekitar 10.000 orang hadir menyaksikan penampilan sang Maestro Indonesia “Iwan Fals“, mulai dari laki–laki, perempuan, anak-anak, remaja dan dewasa. Kerumunan  kendaraan lalu lalang memadati jalan sekitar lampu merah condet yang mengarah ke lokasi Lapangan Rindam. Beberapa kendaran juga nampak parkir di sekitar minimarket dan loaksi perkantoran, tetap dengan penjagaan dari masyarakat dan panitia. Ada sekitar 200 personil dari TNI dan POLRI yang di kerahkan untuk mengamankan jalanya konser, dan tak lupa juga pihak panitia menggandeng Badan Pengurus Kota (BPK) Oi Jakarta Timur untuk ikut berpartisipasi mengamankan ketertiban jalanya acara.

    Dalam konser ini tak hanya seorang musisi Iwan Fals yang bersuara di atas tingginya panggung, ada juga beberapa penampilan dari seniman-seniman legendaris lainya, seperti SUJIWO TEJO seorang dalang, yang juga seorang penulis, pelukis, pemusik dan bahkan disebut seorang budayawan. Karya dan pentasnya mengajak kita untuk mengenang masa depan karena masa depan kita ada di belakang, ada pada akar budaya Indonesia yang dibanggakannya. Keinginannya mengangkat akar budaya Indonesia menghasilkan kepeduliannya yang tinggi agar kesenian Indonesia merujuk pada akar budaya tapi diolah dengan metabolisme kreatif sehingga tidak menjadi kuno. Dalam metabolisme itu tetap dicerna seluruh hal yang datang dari luar. Dengan pendekatan ini, Indonesia akan dikenali juga sebagai negara yang memiliki seni dan budaya yang modern ( http://sujiwotejo.com ).

    Seniman berambut gondrong ini nampak tampil dengan membacakan puisi–puisi sosialnya sambil diiringi dengan alunan musik gamelan dan modern, tak hanya sekedar membaca puisi saja beliau juga meniup Saxophone sebagai pembuka dalam acara, seluruh penonton tampak terpesona menyaksikan seniman legendaris ini, dan tak lupa Chandra Malik kembali menyanyikan lagu yang di buat khusus untuk penggemar Iwan Fals, judul lagu yang di ciptakan adalah “Orang Indonesia”. Lagu ini selalu menjadi pembuka sebelum saat nya Iwan Fals tampil untuk berduet menyanyikan lagu ini.


    Iwan Fals Tampil di atas panggung sekitr pukul 21.00 atau setelah umat muslim menjalankan ibadah Shalat Taraweh. Lagu berjudul “DOA“ dinyanyikan sebagai pembuka acara konser, nampak seluruh penonton menghayati makna dari syair lagu tersebut yang memang membawa kita untuk ingat kepada sang pencipta “berdoalah sambil berusaha // agar hidup jadi tak sia-sia“ sebuah lirik yang menjadi karakter lagu tersebut.

    Iwan Fals tak lupa menyampaikan pesan–pesan moral kepada para penonton tentang pelestarian lingkungan, dan menjaga alam yang di titipan sang pencipta kepada manusia. Simbolik pemberian bibit pohon kepada ketua BPK Oi Jakarta Timur (Sdr. Akmaludin), Pihak Keamanan, Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat, memang menjadi agenda acara setiap konser Iwan Fals dengan tujuan adalah untuk memberi hawa motivasi para penonton dan warga sekitar agar menjaga dan memekanan pandangan terhadap keadaan sekitar, khususnya dengan alam raya ini. 

    Konser pun berakhir dengan tenang dan damai sekitar pukul 23.00 barakhir, sesion foto antar penonton pun pun mejadi agenda para Oi setiap ada pertunjukan Iwan Fals. Untuk selanjutnya Iwan Fals akan menuju Alun-Alun Kota Subang (24/07) sebagai agenda ranggkaian tour “Ngabuburit Bareng Iwan Fals dan band“. Berikut adalah jadwal konser nya
    Minggu, 14 Juli     : Lapangan Albo Tipar, Cakung - Jakarta Timur
    Selasa, 16 Juli     : Lapangan Kompas, Kembangan - Jakarta Barat
    Kamis, 18 Juli     : Yon Zikon-13 , Srengseng Sawah – Jakarta Selatan ( Di undur Senin   ,tanggal 22 Juli  )
    Selasa, 23 Juli     : Lapangan Rindam Jaya, Condet - Jakarta Timur
    Rabu, 24 Juli     : Alun-Alun Kota – Subang
    Kamis, 25 Juli     : Lapangan Utan Jati, Cengkareng - Jakarta Barat ( di pindahkan ke    Lapangan Muara Angke , Jakarta Utara )
     Sabtu, 27 Juli     : Sport Centre Indramayu – Jatibarang
    Minggu, 28 Juli     : RIPP PGA – Sumedang
    Selasa, 30 Juli     : Pusdikpasus Batujajar - Kabupaten Bandung
    Rabu, 31 Juli         : Makorem 062/Taruma Nagara - Garut
    Jumat, 2 Agustus     : Pondok Pesantren Manuk Heulang - Tasikmalaya

    Bersama :
    GIGI                 Candra Malik
    Iwan Fals          Raihan
    Info:
    HTM gratis;
    Iwan Fals & Band pada area Jakarta-Depok akan membawakan 10 lagu, pada area Jawa Barat akan membawakan 6 lagu.(*)
    Foto-foto Liputan Konser dapat dilihat di sini



    (Penulis : Oghie / Foto-foto : Oghie)
     


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi