• Breaking News


    Senin, 15 Juli 2013

    MENGOKOHKAN JATI DIRI

    Tidak terasa berjalannya waktu, usia semakin bertambah semua serba berubah, walau keyakinan kita terhadap apa yang kita yakini tidak harus berubah. Begitupun juga ormas Oi. Sejak saya hadir di organisasi ini di BPK Oi Gresik 10 tahun yang lalu. Banyak perubahan yang saya lihat, baik di Kepengurusan maupun di anggota serta Kelompok Oi itu sendiri. Pemahaman tentang sebuah komunitas yang berubah pada tata laksana organisasi yang mempunya panduan yang bernama AD / ART semakin jelas bahwa “harus ada yang dikerjakan”. Tidak hanya menyangkut perubahan pada diri sendiri melainkan berubah secara total dalam bersinergi di organisasi.

    Semakin bertambahnya anggota dan kelompok. Semakin menjadikan kita lebih bersemangat “menata diri” mencocokkan diri satu sama lain pada golongan yang berbeda beda. Agama yang berbeda beda pula. Saling menghargai dalam irama saling asah asih asuh. Tak bisa kita pungkiri, adanya organisasi atau wadah Oi, semakin menjadikan ikatan erat kita pada perwujudan sikap gotong royong yang merupakan warisan leluhur bangsa kita.

    14 Tahun yang lalu. Adalah hari bersejarah bagi kita “insan fals mania” yang bisa menikmati hasil dari “renungan” panjang Sang pelopor Ormas Oi Bapak Virgiawan Listanto untuk memberi ruang semua fansnya, hadir memikirkan sebuah wadah baru, pemersatu. Tempat berkarya yang didalamnya beraneka ragam bentuk aliran seni, suku, budaya dan agama. Renungan ini bukan seketika muncul dari benak seorang Iwan Fals. Tapi ada maksud yang terkandung didalamnya walau hari ini kita masih “meraba raba” maksud dan tujuan itu. Kita tak mungkin kembali bertanya pada Sang tokoh, karena beberapa karya, kepedulian serta aksi kita pada masyarakat dan anggota yang sudah terlewatkan sudah bisa kita simpulkan dari semuanya.

    Hari ini, sadar atau tidak sadar. Memberi atau pun belum, bekerja ataupun belum kita sudah berada dalam rel yang panjang. Waktu yang sangat lama dalam menuju cita cita bersama yaitu “bersatunya” anak bangsa dalam wadah Ormas Oi. Tak perlu lagi kita perdebatkan warna dan aliran, semua sudah menyatu. Tak perlu lagi kita pertanyakan berkarya atau tidak, semua sudah bekerja. Besar dan kecilnya sumbangsih kita. Toh itu akan terasa apabila kita selalu menjaga dan berada didalam “gerbong” yang sama. Apa yang kita “lakoni” adalah sebuah keharusan sebagai manusia yang harus membantu satu sama lain. Memberi satu sama lain. Tak ada yang harus melebih lebihkan diri, tak harus ada yang menonjolkan diri satu sama lain. Sebab hakikatnya kita hanya memberi apa yang kita bisa. Selebihnya hanya saling mengisi. Tinggal Kita mau apa tidak untuk lanjut memberi sebuah karya dan menyumbangkan pada bangsa Indonesia yang kita cintai. Hari ini anda tidak berbuat apa apa, bukan berarti esok hari anda tidak bisa berbuat apa apa. Ada yang lebih ada yang kurang hanya waktu yang dapat menilai semua jerih payah itu.

    Moment 14 tahun ini, dalam tema “ Menata Jati Diri ” seharusnya bisa kita lebih melihat tentang sebuah makna yang lebih pada sikap dan tindakan dalam menjalankan roda organisasi. Kita tidak melihat pada apa yang sudah kita beri dan perbuat, tapi lebih kepada sebuah “tata laksana” juang untuk mempertahankan apa yang kita sudah capai. Pengembangan untuk menuju pada perubahan waktu dan zaman yang harus kita pikirkan bersama. Sebab organisasi yang mapan adalah organisasi mampu bertahan dan menata manajemennya sesuai kebutuhan zaman.

    Olehnya itu, semua harus bersatu padu mendorong terbentuknya satu organisasi yang stabil dan sejuk, baik tingkat pusat, wilayah, kota dan kelompok. Sehingga nantinya kita bisa berjalan sesuai prosedur dan sistem yang ada pada organisasi. Bukan tidak mungkin Ormas Oi lebih dipandang dimata masyarakat Indonesia pada sebuah organisasi yang mampu menyejukkan dan member bakti sosial, bukan organisasi yang lahir “tanpa bentuk”. Ayolah berpikir kedepan. Tanpa anda semua, tanpa kita bekerja, Oi hanya dipandang dan tidak ada apa apanya dibanding dengan ormas lain. Mari kita munculkan jati diri kita yang sejati. Jati diri masyarakat Indonesia yang saling membantu. Bermartabat dan Saling asah asih asuh.

    Semoga Ormas Oi tambah Jaya...!!!

    Wassalam
    Salam Oi
    Tebu Ireng - Jombang, 5 Ramadhan 1434 H.












    Daeng A'an Passholle

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi