• Breaking News


    Sabtu, 01 Februari 2014

    KATAK HIJAU

    Entah kapan dan siapa yang pertama kali mengkonsumsi daging katak hijau, katak hijau atau dalam bahasa jawa disebut kodok ijo merupakan hewan AMPHIBIAN ANURA, atau hewan amphibi tidak berekor.

    Kodok dan katak sebenarnya berbeda. Kodok atau dalam bahasa inggrisnya disebut FROG, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Tubuh gempal, pendek atau lurus, punggung agak bungkuk, kulit halus dan lembab, kodok juga mempunyai kaki belakang yang panjang, sehingga kodok pandai melompat.

    Katak atau bangkong dalam bahasa inggrisnya disebut TOAD, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berkulit kering, kasar berbintil-bintil dengan  kaki belakang yang pendek maka katak tidak pandai melompat.

    Dari segi morfologi kedua hewan Amphibi ini sama, berkembang biak dengan cara bertelur yang disembunyikan pada busa-busa. Seekor kodok atau katak dalam satu tahun hanya mampu  bertelur tiga kali dengan jumlah telor antara 500-2000 butir.

    Katak atau kodok dengan bentuk tubuh yang unik dan kulit yang kasar berbintil-bintil cenderung  berlendir, membuat sebagian orang merasa geli. Akan tetapi lain halnya dengan katak hijau, boleh dibilang katak hijau adalah katak yang istimewa.

    Tidak hanya di Indonesia, di Luar Negeri pun katak hijau  (RANA- MACRODON) dikonsumsi sebagai lauk, katak hijau mempunyai kandungan protein hewani yang sangat tinggi. Bahkan di  Hong Kong ibu yang baru saja melahirkan dianjurkan untuk sering-sering mengkonsumsi daging katak hijau.

    Ketika ditanya apa alasanya  Ms. Chang seorang ibu yang telah melahirkan anaknya enam bulan lalu menjelaskan, "Dagingnya enak, dan tidak mengandung lemak jadi air susu lebih sehat untuk bayi". 
    Pada kesempatan yang sama (Sabtu 16/11/2013) seorang pedagang katak hijau di pasar CHUENG FAT- HONG KONG juga memaparkan, "Daging katak proteinnya tinggi.., tapi tidak berlemak.., lebih enak dibanding daging ayam  yang.., how fei.." (banyak sekali lemaknya-red).

    Kini di Indonesia katak hijau sudah mulai dibudidayakan, perawatan yang cukup mudah dan murah bisa menjadi alternatif usaha dibidang peternakan, dengan modal usaha yang minim dan perawatan yang tidak terlalu sulit serta biaya murah, bisnis ini menjadi peluang bagi yang ingin membuka usaha akan tetapi tidak mempunyai modal yang cukup banyak.

    Menurut sebuah sumber, sekarang di Indonesia sudah ada beberapa restaurant yang menyuguhkan menu daging katak hijau. Prospek yang sangat bagus, karna masih sedikit yang membudidayakan katak hijau, dan permintaan cukup banyak.

    Dengan harga berkisar antara 35-40rb/ kg, katak hijau pedaging bisa dijadikan lahan bisnis, bibitnyapun mudah didapat. Katak hijau biasanya hidup di sawah-sawah pada musim penghujan.(*)

    (Yani Serdadu HK)



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi