• Breaking News


    Sabtu, 22 Maret 2014

    HATI-HATI DENGAN KAWAT JEMURAN

    Memilih kawat sebagai media jemuran, dengan alasan lebih kuat menahan beban. Berhati-hatilah, jika rumah anda berada didaerah pemukiman, yang  padat penduduk dengan kabel listrik yang semerawut atau dekat tegangan tinggi (sutet).

    Kawat merupakan media penghantar listrik dan panas yang sangat cepat. Kawat telanjang (non pelindung, plastik, karet dan sejenisnya), sangat berbahaya pada saat cuaca hujan dan badai petir. Indonesia termasuk satu dari tiga Negara dengan kepadatan sambaran petir tinggi, selain Afrika Selatan dan Lembah Sungai Arizona.

    Seperti kita ketahui petir adalah, hasil pelepasan muatan listrik yang sangat besar, sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas dan bunyi. Dengan kecepatan rata-rata 1.500 km/detik. Ketika akumulasi muatan lisrtik dalam awan telah membesar dan setabil, lompatan listrik (Eletric Discharge) akan merambah massa, dan medan, dalam hal ini bumi.

    Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terjadinya petir adalah 1.000.000 vol permeter. Bisa dibayangkan, jika lompatan listrik mengenai kawat jemuran, kemudian merambat  ke kabel-kabel, yang kebetulan terdapat sumber listrik terbuka seperti; antene televisi,  teve menyala atau standby, antena yang tidak dilepas. Serta jaringan-jaringan elektro lainnya, termasuk HP. Maka akan mengakibatkan kerusakan, bahkan membahayakan penghuninya.

    Namun demikian, tidakselamanya kawat jemuran itu berbahaya. Kawat akan aman digunakan sebagai jemuran selama didaerah yang tidak padat pemukiman, dan jauh dari  tegangan tinggi (sutet). Sebaiknya gunakan media yang bukan penghantar listrik, untuk jemuran. Seperti tambang berbahan nilon, kayu, bambu atau bahan lain..(*)  (berbagai sumber)

    (Oleh : Yani Serdadu)


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi