• Breaking News


    Selasa, 01 April 2014

    BMI DI HONG KONG COBLOS LEBIH AWAL


    Minggu, 30 Maret 2014, pemerintah Indonesia menggelar pesta demokrasi untuk memilih anggota legislatif,  yang diperuntukkan bagi Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang berlokasi di Victoria Park, CousWay Bay memiliki 13 TPS, masing-masing TPS  mempunyai 5 bilik. Dan dibuka mulai pukul 09.00-17.00.

    Jumlah pemilih terdaftar, yang menerima surat undangan sebanyak 102.200 pemilih. Sedangkan jumlah Buruh Migran Indonesia (BMI), di Hong Kong mencapai  152.000 jiwa. Surat Undangan PEMILU, memang tidak merata. Ini dikarenakan pendaftaran tidak berdasarkan data BMI yang ada di KJRI, akan tetapi berdasarkan hasil dari pendaftar. PEMILU sudah diumumkan 6 bulan sebelumnya melalui koran lokal berbahasa Indonesia, situs jejaring sosial serta petugas lapangan.
    "Kan sudah diumumkan lewat koran, facebook, dan ada petugas yang dilapangan untuk mendaftar, kenapa tidak mendaftar ?" jelas Elvis seorang KPPS-LN.

    Tidak semua BMI menggunakan internet. Atau bisa libur tiap minggu, dan bisa mendapatkan koran. Dikarenakan kondisi tempat kerja yang tidak memungkinkan. Begitu juga sebaliknya, ada yang sudah mendaftar akan tetapi tidak mendapatkan surat undangan.

    Siti Maemunah, BMI asal Semarang mengaku sudah 15 tahun bekerja di alamat yang sama, namun tidak pernah mendapatkan surat undangan PEMILU.
    "Saya sudah 15 tahun bekerja di alamat yang sama tapi tidak pernah diakui, itu yang baru tiga tahun dapat undangan (menujuk BMI yg ada disebelahnya-red), saya memang tidak memakai internet." katanya dengan wajah kecewa.

    Sementara Tri Sugito, BMI asal Madiun, sudah mendaftar akan tetapi tidak mendapatkan surat undangan. "Saya sudah mendaftar kok, tapi sampai detik ini nggak mendapatkan surat undangan." Ungkapnya. Bagi pemilih yang tidak mendapat surat undangan, bisa mendaftar menggunakan KTP, dan harus nenunggu jam 15.00-17.00.
    "Kesel saya, udah nunggu lama-lama ngantri panjang, pas dapet giliran nggak bisa masuk, mesti nunggu jam tiga. Karena nggak punya surat undangan." papar Umi Azizah, BMI asal Lampung.

    Menanggapi hal ini ketua Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI), Bapak Chalief Akbar menjelaskan, yang menentukan adalah KPU. "Itu peraturan dari KPU, jadi kita tidak bisa apa-apa." jelasnya.

    Di Indonesia PEMILU diadakan pada tanggal 9 April 2014, sedangakan di Hong Kong tanggal 30 Maret 2014, namun perhitungan suara tetap tanggal 9 April, serentak dengan yang di Indonesia. Perhitungan suara akan dilakukan di KJRI, dan terbuka bagi siapa saja yang bisa menyaksikan perhitungan.
    "Nanti perhitunganan suara tetap sama tanggal 9 April, tempatnya di KJRI. Dan terbuka untuk siapa saja yang bisa datang." jelas ketua KPU Husni Kamil Malik saat ditemui dilokasi.

    Perijinan tempat dari jam 09.00-17.00, terpaksa  banyak BMI yang kecewa karena ingin menggunakan hak pilihnya tetapi waktu sudah habis.
    Menurut sebuah sumber di TPS, yang tidak mau disebutkan namanya Jumlah pemilih yang menggunakan KTP sebanyak 3.500 dan 7000 yang menggunakan surat undangan. Hal ini disampaikan ketika TPS telah ditutup. Masih ada waktu dari tanggal 30 maret - 9 April 2014, apakah jumlah ini akan bertambah? (*)


    (Yani Serdadu)



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi