• Breaking News


    Minggu, 20 April 2014

    Dibawah Cahaya Bulan Penuh

    Taman Ayodya, Kebayoran Baru - Kampoeng Selatan, berteman dengan kawanku punya teman di Taman saat purnama. Suasana dalam lingkaran, berbagi cerita, saling celoteh memaparkan arti sampah, membangun kesadaran tentang kebersihan dari diri sendiri, saling support dalam hal kebaikan dan melakukan hal-hal yang kecil .di saksikan sinar rembulan

    Melakukan aktifitas saat bulan purnama yang mengeluarkan cahaya lebih dari malam biasannya, Selasa malam Rabu tanggal 15 April 2014 malam itu, merupakan saat proses peredaran bulan selama 29,5 hari, pada posisi bulan penuh, pada tanggal tersebut posisi bulan terletak di belakang bumi di tinjau dari matahari atau dikenal dengan Bulan Penuh.

    Menurut Bobi, salah satu pengurus BPK Oi Jakarta Selatan, Koordinator Olahraga, mengatakan posisi pada Bulan Penuh ini sebagai tanda alam. Beberapa kawan-kawan Kampoeng Selatan untuk berkumpul dalam satu lingkaran, kami berteman dengan kawanku punya teman temannya punya kawan di taman. Tema malam itu dalam lingkaran kami bicara tentang sampah.

    Bicara masing masing individu pendapatnya tentang sampah, Cokro dari Kalibata berceloteh, bahwa sampah itu masalah. Masalah itu rahmat yang belum kita ketahui, adapulah yang berceloteh bahwa sampah itu bermasalah karena keragaman tapi sebaliknya jika sampahnya sejenis akan lebih mudah di fungsikan secara ekonomi. Dari berbagai celoteh ini tumbuh satu kesepakatan, mengenai sikap terhadap sampah, bahwa sesuatu itu di awali dari yang kecil terlebih dahulu, yaitu diri kita. Apa yang dikatakan Rifat dari Oi K’koe yaitu kemanapun kita pergi biasakan membawa kantong plastik, berfungsi sebagai transit sampah sebelum dibuang ke tong sampah.

    Agenda purnama malam itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, lagu Indonesia Raya merupakan menjadi ritual pembukaan di setiap agenda malam purnama. Harapannya dengan ritual ini akan tumbuh kecintaan terhadap nusantara. Waktu terus bergantim alam malam purnama tetap setia menemani, entah kabar dari mana satu satu kawan tetap datang bersatu dalam lingkaran. Diiringi jreng jren- jreng lagu Fals. Mengingat esok pagi kembali beraktivitas. Tepat pukul 23.00 wib, lingkaran membubarkan diri dengan melanjutkan aksi bersih- bersih taman.dengan sinar bulan yang tak redup sinarnya dan mengawal kawan kawan pulang kerumah. seakan berkata esok kita akan kembali. (RW.#01)



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi