• Breaking News


    Kamis, 17 April 2014

    Oi Merah Putih Ikut Mendukung Terwujudnya Keadilan Bagi Erwiana

    Kelompok Oi Merah Putih Hong Kong bergabung dengan Organisasi Persatuan BMI - Hong Kong Tolak Overcharging (PILAR) dan Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI),    bersama-sama menuntut keadilan dan membela hak-hak Buruh Migran Indonesia (BMI). .

    Erwiana Sulistyoningsih 23 tahun, BMI asal Ngawi - Jawa Tengah. Adalah korban penganiayaan. Ia disiksa oleh majikanya, Lou Wan Tung, selama 7,5 bulan dan dipulangkan secara diam-diam dalam keadaan luka parah, pada tanggal 9 Januari 2014 dengan hanya diberi uang Hk 100 $.
    Kasus ini menyedot perhatian media lokal dan Internasional. Serta menyulut kemarahan BMI, sehingga pada tanggal 19/1 /2014, sekitar 5000 lebih BMI, turun ke jalan menuntut perlindungan keadilan bagi Erwiana dan seluruh Buruh Migran Indonesia.


    Sebulan lebih menjalani perawatan medis, di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen, kesehatan Erwiana masih belum pulih benar bahkan sampai sekarang masih dianjurkan chek-up. Erwiana harus melanjutkan perjuanganya menuntut keadilan.
    Senin (7/4), Erwiana di datangkan ke Hong Kong, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 860, guna menjalani medical chek-up untuk memperkuat bukti dipengadilan. Erwiana didampingi ayahnya Rahmat, kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Yogyakarta, Samsudin Nurseha, Riyanti adalah orang yang pertama kali menolongnya, dan Karsiwen dari JBMI yang ada di Indonesia.

    Sebelumnya, pada tanggal 25/3 telah digelar sidang yang pertama. Namun karena pihak Konsulat Jendral Rebublik Indonesia (KJRI) gagal menyediakan dokumen yang dibutuhkan polisi Hong Kong, seperti disebutkan oleh juru bicara JBMI Sringatin 6/4 dalam refrensinya,  "KJRI  telah gagal menyediakan dokumen yang dibutuhkan oleh polisi," maka Erwiana didatangkan langsung dan sidang ditunda tanggal  29 April 2014. Sidang akan digelar di Kwun Tong Magistracy Court.

    Minggu 13/4,  Erwiana menyempatkan diri, mengadakan pertemuan dengan kawan-kawan Organisasi yang selalu mendukungnya. Pertemuan Erwiana bersama rombongan dengan BMI diprakarsai oleh Mission For Migran Workers, pertemuan juga dihadiri oleh direktor MFMW Chintya dan juru bicara JBMI Sringatin.

    MFMW adalah lembaga yang menangani kasus Erwiana selama ini. Didepan 500 orang wakil dari Organisasi yang selama ini mendukung keadilan untuk Erwiana,
    ia mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan BMI yang selalu mendukungnya.
    "Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada mba-mba atas dukunganya kepada saya, dan demonya. Mohon maaf saya tidak bisa banyak bicara karena kasus saya masih dalam persidangan." Ungkapnya.

    Begitu banyak BMI yang mengalami kasus seperti Erwiana. Erwiana berharap pemerintah memperhatikan para BMI lainya yang bernasib sama seperti dia.
    "Saya berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib buruh migran." Tambah Erwiana.


    Eni Lestari selaku anggota komite keadilan untuk erwiana melalui sambutanya menambahkan,
    "Pemerintah, mempercayakan penemptan TKI ke pihak swasta PJTKI, ternyata ini tidak menolong. Sebelumnya Erwiana telah melapor ke pihak agen akan tetapi agen mengembalikan lagi kemajikan, karena waktu itu Erwiana masih potongan gaji." jelasnya


    Acara yang berlangsung dari pukul 11.00-17.00 di Houtung Secondary School CousWay Bay, diisi dengan doa bersama, tampilan kesenian dan sambutan para wakil organisasi.yang hadir untuk mensport Erwiana. Pertemuan dengan Erwiana tak luput dari perhatian media lokal,  baik media elektronik maupun cetak, akan tetapi mereka tidak diijinkan masuk untuk meliput Erwiana, terpaksa team marshal harus membuat pagar betis, demi menjaga Erwiana dari kepungan media. (*)

    (Yani Serdadu)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi