• Breaking News


    Selasa, 08 April 2014

    Oi MERAH PUTIH MENJALIN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA

    Minggu 6/4/2014 WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) merayakan hari raya Nyepi yang bertempat di Victoria Park CousWay Bay Hong Kong.

    Dengan mengundang beberapa Organisasi buruh migran, termasuk Oi Merah Putih. WHDI ingin mempererat persaudaraana antar Buruh Migran Indonesia (BMI). Selain itu, mereka juga merayakanya dengan melakukan  kegiatan sosial.

    "Perayaan hari raya yang kami lakukan di Hong Kong, biasanya mengundang teman teman BMI. Untuk mempererat persaudaraan antar BMI, dan dalam perayaaan ini biasa kami menyisihkan sedikt dana untuk, orang-orang yang membutuhkan." jelas Yanti dari WHDI.

    Hari Raya Nyepi di laksanakan setiap Tahun Baru Saka, dan banyak sekali rangkaian acara yg harus di jalankan. Sebelum datangnya  Hari Raya Nyepi (nyepi berarti sepi- red), didalam kesunyian ini, umat Hindu merenungkan diri dan memohon pada Hyang Widhi. Agar dibersihkan dari segala kotoran kotoran batin, tiga hari sebelum datangnya Nyepi umat Hindu melaksanakan upacara yang di sebut dengan Melasti.

    Upacara ini degan membawa semua rangkaian persembahyangan dari Pura ke laut, atau sungai.
    Mengapa harus kelaut? Ini bertujuan untuk memohon kesucian, dan untuk membersihkan kotoran- kotoran batiniah dan jasmaniah. Karena air di yakini sebagai sumber tirta amerta, tirta kehidupan, tirta suci, yang bisa membersihkan semua kotoran.

    "Dan sehari sebelum datangnya Nyepi umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya, ini bertujuan mengusir semua roh- roh jahat agar tidak mengganggu manusia, baru kemudian melaksakan Tapa Brata penyepian yang di sebut dengan Catur Brata penyepian." papar Chintya ketua WHDI.

    Catur Brata Penyepian meliputi;
    1. Amati geni artinya, tidak boleh menyalakan api.
    2. Amati karya artinya, tidak boleh bekerja atau mengerjakan sesuatu.
    3. Amati lelungan artinya, tidak boleh keluar rumah atau bepergian.
    4. Amati lelaguan artinya, tidak boleh mendengarkan musik dan tidak boleh menyanyikan sebuah lagu.

    Di dalam melaksanakan Catur Brata penyepian umat Hindu harus diam bermeditasi, dan merenungkan apa yang telah di perbuat, kemudian yang terakhir adalah upacara Ngebak Geni atau Dharma Shanty, atau istilah umum silaturohmi.
    "Umat Hindu berkunjung ketempat sanak saudara  saling bermaaf- memaafkan." katanya.

    Berhubung mereka berada di Hong Kong dengan kondisi yang tidak memungkinkan, maka mereka hanya melakukan selama 24 jam saja.
    "Tapi biasanya kami di Hong Kong  hanya bisa melakukan puasa selama 24 jam karena waktu yang tidak memungkinkan," Yuni menambahkan.

    Acara sederhana yang dimulai pukul 13.00, diisi dengan menampilkan berbagai kesenian, dan berlangsung penuh dengan rasa kekeluargaan. Tanpa membedakan suku, agama ataupun golongan. Mereka sadar betapa pentingnya kerukunan antar umat beragama, dalam menjalin persatuan dan kesatuan  BMI.(*)


    (Yani Serdadu) 


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi