• Breaking News


    Minggu, 18 Mei 2014

    Bapak Ramos ; "Oi Merupakan Benteng Moral Bangsa"


    "ORMAS Oi bukan sekedar main-main, tapi merupakan benteng moral Bangsa. Dalam memperkokoh existensi Oi, kita harus melakukan pendekatan-pendekatan ke masyarakat dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Karena masih banyak masyarakat yang belum tahun Oi itu apa," ungkap Bapak Ir. Ramos Kamuso Rachman dari Palembang, ketika dihubungi via telepone Jum'at malam (17/5)

    Ir. Ramos Kamuso Rachman adalah salah satu Tokoh dari sekian banyak pendiri Oi yang sampai saat ini masih eksis. Di usia 61 tahun, pak Ramos tetap siaga mengabdi pada Oi, mengasuh dan membesarkan Oi. Dari awal mula terbentuknya Oi hinggai hari ini.
    Aktivis Oi Palembang yang tinggal  di Jl. Mayor Salim B atubara No. 5987 RT 29 RW. 9 Kelurahan Skip Jaya Kecamatan Kemuning  Palembang 30126, adalah Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Ormas Oi Palembang. Sekarang menjadi pembimbing dan membina serta mengarahkan anggota Oi Palembang dalam berbagai hal  kegiatan.


    Pengabdianya bersama teman-teman terhadap Oi, dengan terus merangkul generasi Oi dalam satu wadah. Membangun beberapa Oi kelompok di Kota Palembang dan Oi Kota Lubuk Linggau, serta sedang mempersiapkan pembentukan Oi Kota di berbagai kota kabupaten di Sumatera Selatan.
    Kegiatan sosial juga menjadi program penting bagi mereka.Bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait dalam berbagai event kegiatan seperti kegiatan pencabutan paku di pohon-pohon, menyantuni anak-anak yatim piatu, dan buka bersama anak-anak yatim di panti asuhan, serta pengumpulan dana-dana Oi peduli.

    Pak Ramos yang aktivitas keseharianya juga menekuni usaha diberbagai bidang diantaranya usaha obat-obatan herbal, konveksi dan usaha lain, mengungkapkan Ia merasa lebih muda ketika berada ditengah-tengah Oi.
    "Suka dan duka silih berganti, seperti layaknya air yang mengalami pasang surut. Sukanya banyak kenal anak muda jadi merasa tambah muda, walaupun sebenarnya saya sudah tua." paparnya ramah.

    Pak Ramos merasa mendapatkan banyak saudara dari penjuru Nusantara,  ia selalu menjalin silaturohmi dengan Oi diseluruh Indonesia, dengan hadir diberbagai acara Oi dan konser-konser Iwan Fals, karena disana berkumpulnya Oi dari berbagai daerah. Berawal dari tahun 1999, sejak berdirinya Oi, Pak Ramos hadir ke Leuwinanggung bersama enam orang rekannya, berbagai konser-konser Iwan Fals yang ada di wilayah Sumatera pun tak luput dari kehadiranya. Ia bersama rekan-rekan Oi lainya berupaya untuk hadir. Seperti konser di Jambi tahun 2000, konser di Bengkulu tahun 2002.
    Melaksanakan Munas Oi yang ke-2 di Palembang, ketika itu kang Digo terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP). Konser Solidaritas Tsunami Aceh, di Palembang tahun 2004 (bersama Slank). konser Religi bersama Ki Ageng di Palembang tahun 2010. Konser HUT Kota Pagaralam tahun 2012 dan yang terakhir adalah konser- konser TOP Kopi di Palembang tahun 2013 serta menghadiri undangan Munas dan Rakernas ke-5.

    Pak Ramos, sebagi sesepuh Oi yang terus mengikuti perkembangan Badan Pengurus Pusat (BPP) Ormas Oi dari masa-kemasa merasa pelan-pelan BPP sudah mulai jalan. "Memang harus diawali dengan orang besar yang pegang, orang yang benar-benar mau berkorban untuk Ormas Oi, makanya waktu Bunda Yos (Rosana Listanto, ketum BPP-red) terpilih saya setuju, pelan-pelan sudah mulai jalan lebih baik dari kepengurusan sebelumnya."
    Ia juga menambahkan, BPP harus lebih memperhatikan yang dibawah. "Perhatikan yang dibawah, banyak unek-unek yang suaranya tidak sampai, mudah-mudahan semuanya bisa jalan dan punya tindakan untuk kedepan." pungkasnya.

    Semoga pengabdian pak Ramos di Ormas Oi, menjadi teladan bagi generasi Oi. Umur bukanlah sebuah halangan untuk pengabdian, tumbuhlah tunas-tunas Oi yang bisa dibanggakan semoga (*)


    (Yani Serdadu)







    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi