• Breaking News


    Kamis, 15 Mei 2014

    KUNJUNGAN BPP Oi Ke Oi HONG KONG


    CEO.GATEAU NEWWAY CAUSEWAYBAY  ROOM 5061 - Hong Kong, 1 Mei 2014, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Organisasi Masyarakat (BPP ORMAS Oi)  Ibu Rosana Listanto  beserta  keluarga, didampingi Sekertaris Jendral BPP Oi, Bapak Ainu Rofik dan istri, bertemu dua kelompok Oi Hong Kong yaitu Oi Tarmijah dan Oi Merah Putih, dalam rangka silaturahmi BPP Oi dengan Oi Hong  kong

    Bunda Yos ( Panggilan sehari-hari ketua umum BPP-red) dalam sambutanya mengatakan,
    "Saya selalu mengikuti kegitan kelompok-kelompok Oi, apapun itu namanya semakin banyak semakin baik, melalui media sosial facebook, yang saya print dan ingin bertemu."
    Ia juga menegaskan bahwa kita harus percaya pada Oi. "Kita harus percaya pada Oi, Oi ada AD/ART, tetap mempelajari AD/ART, dan saya butuh sport dari temen-temen Oi."

    Selama 11 bulan kepengurusan BPP yang baru, memang belum maksimal. Namun secara bertahap dan terus berusaha untuk melakukan pembenahan-pembenahan. Termasuk melindungi kelompok Oi yang ada di Luar Negeri, dengan mengeluarkan Surat Keputusan Luar Negeri (SK.LN). Hal ini diungkapkan oleh Sekjend BPP Ainu Rofik, dalam sambutanya.
    "BPP memang belum maksimal, namun akan terus berusaha, melindungi Oi Luar Negeri, salah satunya dengan membuat SK Luar Negeri. Kita tidak boleh tabu terhadap perubahan, karena dari perubahan ini kita akan menjadi maju." paparnya.
    Masih menurut Pak Ainu Rofik, kita bukan hanya bangga mempunyai Oi, tapi harus menjaga agar almamater tidak rusak. Membuat semakin baik, dengan cara menjaga keutuhan persatuan, walaupun Oi terlahir dari latar belakang yang sama.

    Bisa menjalankan SOPAN dalam tiga demensi. Sopan, sebagai orang timur secara ahlak. SOPAN sebagai pilarnya Oi yaitu Seni, Olag raga, Pendidikan, Ahlak dan Niaga. Lima pilar ini mencakup segi kehidupan, agar bagaimana Oi bisa benar-benar berdaya bagi anggota, dan menjadi contoh, menjadi pandangan untuk Organisasi lain.
    ORMAS Oi mempunyai tujuan yang jelas, tertuang dalam AD/ART. Sopan dalam menyatukan hati dan pikiran. Pak Ainu  juga berharap, Oi Hong Kong dengan rasa kepedulianya yang tinggi, mampu menjadi mercusuar bagi Oi yang ada di dalam Negeri, maupun di Negara lain.


    Senada dengan pak Ainu, Bang Iwan mengungkapkan bahwa yang menjadi magnet untuk datang ke Hong Kong adalah kepedulian kawan-kawan Oi.
    "Tertarik karena ada magnet, kepedulian dan pergerakan Oi Hong Kong,  dengan musibah yang terjadi pada saudaranya di Tanah Air menjadi magnet, atas dasar ini saya kepingie ikut ke Hong Kong." Jelasnya.
    Pada kesempatan yang sama, Ia juga mengucapkan, "Selamat Hari Buruh, tetap pada niat untuk bekerja dari rumah, jangan silau oleh gemerapnya dunia. Berikan kwalitas kerja yang bagus, soal tuntutan terus jalan." Paparnya.

    Disinggung mengenai Nyanyian Raya, bang Iwan menjelaskan, tujuanya untuk silaturohmi, karena silaturohmi sudah menjadi gombal, menjadi  pura-pura, ingin membuktikan bahwa silaturohmi itu masih ada. Sadar lingkungan dengan memungut sampah bila perlu setelah konser tidak ada sampah yang tertinggal.
    "Jadi harapan baru untuk Indonesia baru, menyanyaikan lagu Indonesia Raya bersama  4 juta orang."  ungkapnya optimis.

    Laporan pertanggungjawaban kepada  BPP Oi, dari masing-masing kelompok, menjadi salah satu bagian dari acara tersebut. Mengenai kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan. Oi Tarmijah melaporkan, tentang berbagai kegiatan diantaranya; Donor darah, kursus memasak dan kecantikan, ikut mengadakan tanam pohon bekerja sama dengan Oi yang ada di Tanah Air dan kegiatan lain. Serta kegiatan sosial, seperti penggalangan dana. Dalam  penggalangan dana mereka lebih mempercayakan ke OCC, untuk menyalurkan.
    Hal ini diungkapkan oleh Desy (Na). "Mohon maaf untuk penggalangan dana kami lebih percaya dengan OCC, dan OCC akan nenyalurkan bantuan ke lokasi.", ujar Desy
    menyikapi pernyataan ini dengan tegas bunda Yos menjawab, tidak membenarkan ,dana harus melalui BPP,  karena BPP tidak akan mengambil sepeserpun.
    "Lain kali tidak boleh begitu, harus lewat BPP, dan BPP tidak akan mengambil dana kalian sepeserpun." tegasnya.

    Tidak berbeda jauh dengan kegiatan kelompok Oi Tarmijah, Oi Merah Putih pun  melaporkan kegiatanya selama ini, antara lain; donor darah, pelatihan ketrampilan, niaga online, ikut bergabung bersama organisasi lain untuk membela hak-hak buruh, dan kegiatan sosial.
    Oi Merah Putih menyampaikan permasalahan yang dihadapi, yaitu mengenai Musyawah Kelompok ( Muskel) yang disampaikan oleh ketua Tri Susanti (Shanty Fals)
    "Kita Oi Merah Putih mengadakan Muskel 1 tahun sekali. Menurut AD/ART, Muskel diadakan 4 tahun sekali, sedangkan disini kontrak kerja kita cuma 2 tahun, jadi terpaksa kami mengadakan Muskel 1 tahun sekali, bagaimana untuk menyikapinya mohon penjelasan."

    Menanggapi hal ini Ketum, menjelaskan bahwa Ia tidak bisa memutuskan.
    " Saya tidak bisa memutuskan, nanti akan kami rapatkan dulu di BPP, selama ini kita malah belum kepikiran sampai kesana, ini sebuah masukan. Mungkin untuk Oi Luar Negeri lainya juga begitu." pungkasnya.
    Acara silaturohmi ditutup pukul 17.00, kami berharap semoga acara seperti ini tidak hanya sekali, dan akan terus berlanjut terimakasih kepada BPP, yang sudah mengunjungi kami. (*)


    (Yani Serdadu HK)







     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi