• Breaking News


    Sabtu, 03 Mei 2014

    PERINGATAN HARI BURUH INTERNASIONAL

    1 Mei atau biasa disebut May Day, adalah Hari Buruh Internasional, Oi Merah Putih bergabung dengan Jaringan Buruh Migran Indonesia Cabut UU No 39/2004 (JBMI-HK) dan Badan Koordinasi Migran Asia (AMCB-IMA-HK), buruh dari Negara lain juga buruh lokal, menggelar aksi damai, dengan tema  "AKHIRI PERBUDAKAN MODEREN". Menuntut untuk segera diakhirinya perbudakan modern terhadap pekerja migran. Dengan merantai hak-hak buruh, upah murah dan peraturan lainnya yang tidak pro terhadap buruh, demi kepentingan kapitalis.

    Mengambil tempat di lapangan Bola Victoria Park, acara juga diramaikan dengan penampilkan kesenian progresif, dan kesenian daerah yang dibawakan oleh beberapa organisasi. Acara dimulai pada pukul 10.00, juga membuka forum untuk menjelaskan, bentuk-bentuk perbudakan modern di Hong Kong. Acara tersebut berlangsung hingga pukul 13.00, kemudian dilanjutkan dengan aksi damai menuju KJRI.

    Berkostum merah dengan ikat kepala merah,  sekitar seribu massa berbaris rapih membentuk pasukan merah, menuju gedung Konsulat Jendral Rebuplik Indonesia  (KJRI), untuk menyerukan tuntutannya, aksi dilanjutkan ke gedung pemerintahan Hong Kong.


    Dalam orasinya, Sringatin, juru bicara JBMI di depan Konsulat Jendral RI menyampaikan bahwa, "Pemerintah Indonesia belum berniat melakukan perubahan, dalam memberikan perlindungan yang dibutuhkan oleh warga negaranya yang bekerja sebagai PRT migran. Hal ini dibuktikan dengan sikap  KJRI Hong Kong yang belum mau mencabut, aturan pelarangan kontrak mandiri, dan larangan pindah agen," serunya.

    Tuntutan mengahiri perbudakan moderen di Hong Kong, menjadi tuntutan utama JBMI-AMCB-IMA serta buruh lokal di Hong Kong, yang sama-sama
    merasakan  diperlakukan seperti budak dengan jam kerja yang panjang. Karena pemerintah Hong Kong belum membuat aturan tentang jam kerja bagi buruh di Hong Kong.

    Tuntutan Buruh Migran dihari Buruh Internasional tahun ini adalah;

    1. Naikan upah minimum menjadi HK$4.500 dan masukan PRT migran ke dalam perlindungan Undang-Undang Upah Minimum.
    2. Cabut 2 minggu visa (Aturan Tinggal Baru) dan aturan visa yang mendiskriminasikan PRT migran.
    3. Jadikan tinggal diluar rumah majikan (live-out) sebagai pilihan dan cabut aturan wajib serumah dengan majikan (live-in).
    4. Tetapkan jam kerja standar untuk seluruh buruh di HK termasuk PRT migran.
    5. Segera tuntaskan persoalan agen tenaga kerja yang jahat dan ilegal secara efektif.
    6. Cabut pemaksaan masuk PPTKIS dan Agen.
    7. Hapus KTKLN dan mandatory asuransi TKI.
    8. Cabut pelarangan pindah agen (System Online) dan berlakukan kontrak mandiri.
    9. Terapkan Konvensi PBB Tahun 1990 Tentang Perlindungan Buruh Migran dan Keluarganya secara konsekwen dalam membuat Undang-undang bagi buruh migran Indonesia.
    10. Ratifikasi kesepakatan Konvensi International Labour Organization (ILO) C189 tentang perlindungan PRT yang mengatur hak-hak standar bagi kondisi kerja dan tinggal untuk seluruh PRT.

    Buruh Indonesia bangkit lawan tirani, selamat hari buruh.(*)

    (Yani Serdadu)



     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi