• Breaking News


    Selasa, 10 Juni 2014

    Menjadi Juara Dengan Barang Bekas

    Minggu (8/7/2014) Oi Merah Putih bersama puluhan organisasi Buruh Migran Indonesia lainya di Hong Kong  berlomba mengadu  hasil karya kreatifnya, dengan desain pakaian casual yang berbahan dasar daur ulang. Tidak hanya beradu karya, namun mereka juga saling membuktikan bahwa mereka  benar-benar paham tentang hak-hak pekerja migran Indonesia serta hukum-hukum yang berlaku di negara penempatan, dalam rangkaian cerdas cermat.

    Acara ini diselenggarakan oleh Aliansi PILAR (Persatuan BMI - Hong Kong Tolak Overcarge), untuk memperingati hari jadinya yang ke- 7. Selain memberi wadah kreatifitas anggota, lomba juga melatih anggota untuk cerdas dan mengerti terhadap tuntutan Buruh Migran Indonesia (BMI). Peserta tidak hanya memperagakan busana tapi juga harus menyampaikan pidato singkat tentang tuntutan BMI.

    Seperti disampaikan oleh koordinator PILAR Eni Lestari, "Lomba fashion daur ulang bertujuan untuk memberi wadah kreatifitas anggota dengan memanfaatkan barang bekas dan tidak perlu mengeluarkan biaya, yang suka fashion tapi tidak perlu mahal dan tetap menarik, mereka juga dilatih untuk cerdas dengan bisa menjelaskan tuntutan BMI." ujarnya


    Lomba yang digelar dilapangan rumput Victoria Park menjadi pusat perhatian para BMI yang libur. Dengan berbagai pertimbangan dewan juri memutuskan para juara lomba fashion daur ulang adalah sebagai berikut ;
    Juara I adalah  Organisasi Beringin Tetap Maju (BTM). Mereka menggunakan bahan daur ulang plastik, kertas dan kardus bekas tempat telor untuk membuat baju. Untuk selanjutnya pemenang diangkat menjadi Duta PILAR.
    Juara II diraih oleh Apresiasi BMI Pencinta Seni (AGITAS), dengan bahan kardus bekas telor plastik dan kertas.
    Juara III diraih oleh Oi Merah Putih, dengan bahan daur ulang dari bungkus kopi.

    Selain lomba busana daur ulang, diadakan juga lomba cerdas cermat tentang hak-hak BMI dan hukum ketenagakerjaan yang berlaku. Tujuan lomba ini untuk memotivasi anggota agar lebih memahami hak-hak serta hukum untuk melindungi diri sendiri. Diharapkan mereka bisa membuka pusat konseling untuk membantu kawan BMI lainya.

    "Untuk memotivasi teman-teman BMI agar terdorong belajar hukum ketenagakerjaan Hong Kong, sehingga mereka paham dan bisa melindungi diri sendiri selama bekerja. PILAR juga berharap setiap organisasi bisa membuka team konseling untuk membantu lainnya." papar Eni Lestari.

    Dari lomba cerdas cermat yang materinya tentang  hukum ketenagakerjaan di negara Hong Kong serta hak-hak para BMI, telah melahirkan tiga juara yang siap terjun sebagai konseling untuk membantu sesama BMI
    Juara I  Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI)
    Juara II Oi Merah Putih HK
    Juara III BTM

    Semoga materi-materi hukum ketenagakerjaan yang mereka kuasai bisa dipraktekan secara nyata untuk membantu sesama BMI, dengan menjadi konselor dan membuka pusat konseling bagi kawan-kawan yang sedang menghadapi masalah.
    Mari terus belajar menjadi buruh migran yang cerdas. (*)


    (Yani Serdadu)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi