• Breaking News


    Sabtu, 25 Juli 2015

    Gerakan Peduli Oi Buleleng

    Aksi mengumpulkan buku tulis terangkan hati sebagai Program Gerakan Peduli BPK Oi Buleleng berhasil mengugah komponen masyarakat di Bali hingga mampu mengumpulkan sebanyak 11.025 buah buku tulis.

    Ormas BPK Oi Buleleng yang baru sebulan terbentuk di Singaraja melakukan Aksi mengumpulkan buku tulis terangkan hati sebagai Program Gerakan Peduli BPK Oi Buleleng, bahkan dalam tiga pecan aksi itu digelar, melalui enam BPKel, diantaranya Singaraya, Rimba Raya, Laut Biru, Bongkar, Paman Doblang dan Yang Terlupakan mampu mengumpulkan 11.025 buku tulis.

    “Program yang kita lakukan bersama-sama dengan BPKel karena melihat masih banyak anak-anak yang tidak mampu di Buleleng memerlukan buku tulis di tahun ajaran baru ini, kegiatan yang kita lakukan juga diawali dengan survey ke beberapa desa dan tempat di Kota yang ternyata masih ada anak-anak yang tidak punga uang untuk membeli buku tulis,” ungkap Ketua Umum BPK Oi Buleleng, Komang Andik Wirawan, Minggu (12/7/2015) saat Oi Buleleng buka lapak peduli dalam acara Car Free Day di Taman Kota Singaraja.

    Awalnya dalam aksi yang dilakukan secara door to door menargetkan 5.000 buku tulis yang disumbangkan langsung ke anak-anak yang tidak mampu, namun dalam pelaksanaan program itu mendapat dukungan dari sejumlah komponen masyarakat, “Kami tidak menyangka, gerakan yang dilakukan ini mendapat respon positif dari masyarakat, apalagi kegiatan ini didukung juga para jurnalis yang tergabung di Ormas Oi, sehingga publikasi yang dilakukan menuai simpati yang sangat luar biasa,” ujar Andik Wirawan.

    Kumpulkan 11.025 Buku Tulis Terangkan Hati

    Hingga tiga pecan aksi peduli yang diprogramkan Ormas Oi Buleleng telah mampu mengumpulkan sumbangan buku tulis secara individu dan kolektif dan selanjutnya dalam tiga pecan mendatang buku-buku tersebut akan disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan dan diutamakan kepada anak-anak yang tidak mampu.

    “Verifikasi data untuk penyaluran bantuan sudah kita lakukan secara bertahap dan data-data anak-anak yang tidak mampu sudah menjadi database milik kita, hal ini kita lakukan agar bantuan yang kita berikan itu tidak salah sasaran,” papar Ketua II BPK Oi Buleleng, Made Adnyana Ole.

    Hingga puncak aksi peduli Oi Buleleng bertajuk Buku Tulis Terangkan Hati mampu mengugah masyarakat dengan mengumpulkan 11.025 buku tulis, bahkan sejumlah warga mendesak BPK Oi Buleleng tidak saja mengumpulkan buku tulis namun juga sejumlah keperluan anak-anak untuk bersekolah, “Lima hari setelah kita lakukan pengumpulan buku tulis ini sudah mencapai 5.000 buku dan pada akhir kegiatan kita sudah mengumpulkan 11.025 buku, bahkan ada usulan untuk mengumpulkan sekolah lain seperti seragam sekolah, tentunya ini akan menjadi catatan kita untuk aksi-aksi ditahun yang datang,” ujar Ketua I BPK Oi Buleleng Made Suartha.

    Dalam Program Gerakan Peduli BPK Oi Buleleng melalui Aksi Mengumpulkan Buku Tulis Terangkan Hati dilakukan secara serentak dengan menyasar wilayah Kabupaten Buleleng, Kota Madya Denpasar, Kabupaten Badung dan Tabanan, bahkan donasi Buku Tulis juga datang dari masyarakat di Jakarta dan Surabaya. (by :tha, BPK Oi Buleleng)

    @ yunta, "Wongberedar Ndorokakung"


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi