• Breaking News


    Kamis, 17 Desember 2015

    GoiGreen di Gedung Juang 45 Tambun

    TAMBUN, BEKASI - GoiGreen Serentak Bulan Desember ini, Kami (BPK kabupaten Bekasi) dipercakan kepada Bupati Bekasi untuk membersihkan Gedung Juang 45 Tambun,  yang nantinya gedung tersebut akan di pergunakan sebagai sekretariat BPK Kabupaten Bekasi, dan Ormas Oi BPK Kabupaten Bekasi sendiri di percayakan untuk mengisi acara-acara yang bersifat positif di dalam Gedung Juang tersebut.

    Gedung Juang 45 Tambun. Ya, dari namanya saja kita sudah tau, apa itu gedung Juang 45. Sebuah bangunan dimana saksi bisu sejarah perjuangan rakyat Indonesia membela Tanah Air kita Indonesia, terutama bagi warga Bekasi khususnya. Banyak cerita berharga yang tersimpan di sana untuk bangsa Indonesia. Apalagi pada masa penjajahan Kolonial Belanda dimana perjuangan rakyat Indonesia membela tanah air, hanya bersenjatakan bambu runcing, golok dan alat seadanya bertaruhkan nyawa merebut sejengkal demi sejengkal tanah menyingkirkan para kolonial dari bumi Pertiwi ini.

    Banyak pelajaran berharga apabila kita tengok cerita nenek moyang kita dari zaman ke zaman mengenai perjuangan bangsa kita yang sampai mati mempertahankan apa yang kita punya. Namun, alangkah sedihnya jika kita lihat sekarang, nampaklah berputar 360 derajat terbalik. Rakyat kita tak peduli dengan apa yang telah para pejuang kita petahankan dulu. Para pemuda sibuk dengan tekhnologi dan perkembangan zaman, jarang ada yang peduli dengan lingkungan sekitar, apalagi bangunan bersejarah yang menjadi cagar budaya dan bahkan ikon bangsa kita sendiri.

    Tampak depan mungkin masih terlihat kokoh dengan gaya arsitektur yang tinggi khas Eropa, dengan ukiran di pilar-pilar bangunan tersebut. Namun, apabila kita lihat kedalam bangunan tua itu pada siang hari, maka betapa terkejutnya kita melihat ribuan kelelawar bersarang di atap langit-langit bangunan tersebut. Dan dilantainya pun sudah menumpuk kotoran-kotoran para kelelawar itu. Bahkan, pada saat berada di tamannya, terkadang sudah bisa tercium bau yang sangat menyengat dari kotoran kelelawar itu. Ketika petang tiba, mulai pukul 17:30 hingga pukul 18:30 tak putus para kelelawar itu baru mulai terbang berkelompok meninggalkan sarangnya untuk mencari makan.

    Perjuangan rakyat Bekasi membela negara dan legenda Gedung Juang 45 Tambun yang terletak di Jl. Sultan hasanudin, Tambun Selatan, Bekasi ini kini hanya tinggal cerita nenek moyang kita, bahkan mungkin akan kita sampaikan lagi cerita tersebut kepada anak cucu kita nanti. Dan terus melegenda ke keturunan-keturunan kita nanti. Walaupun ada beberapa organisasi yang menyentuh bangunan tersebut untuk melestarikannya, tapi tetap saja tak sanggup untuk membersihkan kotoran-kotoran kelelawar yang menumpuk hampir 5cm lebih yang ada didalamnya.

    Jika hanya satu atau dua kelompok saja mungkin tidak cukup. Kita butuh gabungan beberapa unsur lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Bekasi untuk bersatu melestarikan cagar budaya ini. Mulai dari memindahkan para kelelawar yang bisa dibilang tidak sedikit ini, membersihkan kotoran-kotorannya yang menumpuk, sampai pada perawatan tiap ruang isi gedung tersebut.

    Kalo bukan kita (warga Bekasi) yang memerhatikannya, Siapa lagi?
    Jangan sampai bangunan yang bersejarah ini di kuasai kembali oleh tangan-tangan asing yang meliriknya. Sedih kita sebagai Rakyat Indonesia, dan tentunya khusus kita warga Bekasi apabila ini sampai terjadi, dan bayangkan bagaimana nasib para leluhur kita yang telah berjuang mati-matian membela negeri ini? (*Ageng Uye)


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi