• Breaking News


    Minggu, 04 September 2016

    Konser Perayaan Karya, Pembuktian Sang Legenda




    Berkecimpung selama lebih dari empat dekade dalam industri musik di Tanah Air bukan waktu yang singkat dan tentunya bukan hal yang mudah. Namun Iwan Fals membuktikan, ia masih mampu bersuara lantang di depan puluhan ribuan penggemarnya.

    Pembuktian itu ditunjukkan saat Iwan menggelar konser tunggal bertajuk Perayaan Karya Iwan Fals di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu malam (3/9). Penyanyi pemilik nama lahir Virgiawan Listanto itu menghelat konser yang dihadiri lebih dari 40 ribu penggemarnya, Orang Indonesia atau familiar disebut Oi, dan Fals Mania di hari kelahirannya sendiri yang ke-55 tahun.

    Meski nyaris setiap tahun selalu mengadakan konser, baik tunggal maupun sebagai pengisi acara, Iwan mengaku konser kali ini terasa lebih istimewa. Keinginan konser sang legenda hidup dunia musik Indonesia itu datang dari dia sendiri.

    "Biasanya saat ulang tahun tak pernah ada perayaan khusus, hanya pengajian dan didatangi saudara serta Oi, sebenarnya saya juga tak enak hati tidak ada perayaan. Ketika saya melihat anak saya ulang tahun dirayakan di sekolahnya, akhirnya saya memutuskan untuk merayakannya dengan konser," kata Iwan saat bercerita kepada awak media sesaat sebelum konser berlangsung.

    "Dengan konser ini, saya merasa perlu berkomunikasi juga dengan penggemar. Semoga lagu-lagu ini bisa menyelesaikan sedikit dari masalah orang-orang di luar sana," lanjutnya.

    Iwan memang masih, dan tampaknya akan selalu, peduli dengan masalah sekitarnya. Kepedulian itulah yang membuat ia terkenal dengan lagu-lagu bernuansa kritik sosial. Ia dianggap mampu menyuarakan kaum marjinal yang kadang tak terdengar gemanya sampai ke kuping para pejabat negeri.

    Namun Iwan juga adalah sosok lelaki yang hangat. Itu terlihat dari banyaknya lagu Iwan yang romantis. Namun bukan romantisme cengeng seperti kebanyakan lagu era modern, melainkan ia mengatakannya dengan 'jantan'.

    Iwan mengaku ia kerap dikritik karena kini lebih banyak menulis lagu cinta alih-alih menyoroti berbagai masalah bangsa seperti kemiskinan, politik, hingga kesejahteraan. Atas kritik tersebut, sang legenda ternyata punya filosofi baru.

    "Banyak hal sebenarnya yang menarik, mulai dari amesti pajak sampai akrobat politik, tapi suatu kali saya berpikir bahwa di sekeliling diri saya pun banyak hal yang penting dan belum terjawab. Misal, saya melihat bahkan ada Oi yang masih meninggalkan sampah, mengapa? Atau bagaimana Oi menyiapkan dirinya dari rumah untuk datang ke konser?" katanya.

    "Saya sering dikritik bahwa saya tidak lagi kritis. Saya cuma berpikir bahwa di sekitar diri sendiri saja masih banyak masalah yang belum selesai, mengapa tidak memulai dari diri sendiri dahulu?" lanjutnya. "Saya mencoba melihat dari sisi yang tak banyak dilihat orang.”

    Sederhana dan Abadi

    Meski memiliki filosofi lebih sederhana, namun Iwan tak berarti meninggalkan karya-karya dia yang sudah merebut hati jutaan penggemarnya di seluruh Indonesia. Setidaknya, 50 ribu dari mereka memadati Pantai Carnaval Ancol tadi malam.

    Sudah datang sejak siang, para Oi antusias menunggu 'Bang Iwan' muncul di atas panggung. Tak masalah harus melewati pemeriksaan hingga tiga lapis, asal bertemu dengan sang idola.

    Yang membedakan sang legenda dengan penyanyi baru menetas saat mengadakan konser adalah ketika mereka berada di atas panggung. Iwan tak perlu beragam penari, aksesori, pakaian, sikap atau tarian berlebihan yang kerap dibawakan penyanyi era kini. Iwan tampil sangat sederhana untuk seorang penyanyi papan atas yang sedang konser tunggal.

    Berkemeja hitam berlapis jaket hijau lumut yang senada dengan topi, Iwan lebih mirip pria tua dengan gitar klasik di tangan. Pun ketika ia melambaikan topi kepada para penggemarnya, Iwan tak segan menunjukkan rambutnya yang sudah beruban seutuhnya.

    Tak banyak berbicara, Iwan membawakan satu demi satu lagu ballads mulai dari Aku Bukan Pilihan (2005), Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu (1982), dan Nona (1989). Kemudian lagu romantis lainnya seperti Mata Indah Bola Pingpong (1987), Kupaksa Untuk Melangkah (1985), hingga berduet dengan Andien dalam Serenade (1984) dan Terminal (1994), serta dengan Rossa dalam Yakinlah (1987) dan Katanya (2013).

    Iwan juga membawakan beberapa lagu yang tak asing bagi awam dan terbilang abadi seperti Ibu (1979), Belum Ada Judul (1992), Surat Buat Wakil Rakyat (1987), Manusia Setengah Dewa (2004), Bongkar (1989), Bento (1989), dan Hio (1991). Total, ada 20 lagu yang dibawakan Iwan di Pantai Carnaval tadi malam.

    Dan bukan penggemar Iwan Fals bila tak menyanyikan lagu sang legenda. Ribuan Oi mendadak menjadi bak paduan suara di hampir seluruh lagu Iwan Fals. Dan lagu seperti Bento, Bongkar, dan Surat Buat Wakil Rakyat jelas dinyanyikan lebih lantang dibanding lagu lainnya.

    Berharap Terus 'Bersuara'

    Di momen tadi malam pula, Iwan banjir ucapan selamat ulang tahun. Tercatat, Oi menyanyikan lagu ulang tahun nyaris berkali-kali di setiap ada kesempatan sang legenda tak berdendang.

    Belum lagi dari rekan sesama penyanyi seperti Rossa dan Andien. Namun, sang legenda hanya dapat tersenyum tersipu dan berterima kasih atas ucapan ulang tahun di usianya yang tak lagi muda itu.

    Harapan untuk sang legenda juga datang dari seorang bule asal Koeln, Jerman, bernama Daniela. Wanita yang sudah menjadi penggemar Iwan sejak 13 tahun lalu ini rela terbang dari Jerman dan baru saja mendarat di Jakarta, Jumat (2/9), untuk pertama kalinya menemui idola yang selama ini hanya bisa dilihat dari YouTube dan gambar di internet.

    "Saya suka Iwan karena ia berusaha mempertahankan tradisi dari Indonesia, selain dari musiknya yang saya sangat suka. Saya tidak bisa menggambarkan kebahagiaan saya melihat dia saat ini," ujar Daniela saat sesaat sebelum Iwan naik ke panggung.

    Daniela sedikit banyak mengerti bahasa Indonesia setelah ia mempelajari dari lirik Iwan Fals. Meski sulit mendapatkan kaset Iwan, ia selalu mencari lagu idolanya itu di internet.

    "Saya tentu tahu hari ini ia ulang tahun dan saya hanya berharap ia terus bahagia, terus berkarya, dan bisa menginspirasi banyak orang." kata Daniela.

    Harapan Daniela bukan hanya terucap dari ia dan para Oi saja, tapi juga datang dari Rossa dan Andien. Bahkan, Andien mengatakan bahwa belum ada penyanyi Indonesia lainnya yang sanggup 'membawa' suara rakyat seperti yang Iwan lakukan.

     Penyanyi jazz wanita yang sedang hamil itu berharap sang legenda tetap bersuara untuk semua orang dan lingkungannya, yang langsung diamini oleh seluruh Oi secara serentak tadi malam. (*)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi