• Breaking News


    Kamis, 12 Januari 2017

    INDONESIA SOPAN

    Syaiful Ramadlan ( kiri ) saat bertugas sebagai Moderator OPSI ( Obrolan penting saat ini )

    tablOi.com. Globalisasi berawal dari sebuah gagasan yang berkembang karena ditawarkan dan kemudian diikuti oleh bangsa lain. Sampai pada sebuah titik kesepakatan bersama maka globalisasi menjadi panutan bersama bagi peradaban bangsa-bangsa di seluruh dunia,

    Membaca arah angin globalisasi, globalisasi tidak bisa dibendung karena membendung globalisasi maka bangsa ini terisolasi dan tertinggal dengan bangsa-bangsa lain.
    Pilihannya adalah Indonesia mampu berdiri elegan di atas arus gelombang globalisasi, globalisasi bukan untuk melunturkan bahkan menghilangkan jati diri bangsa, butuh pertahanan yang kuat agar bangsa yang berbudaya luhur ini tetap disegani oleh dunia luar, “Anda sopan kami segan ” demikian pepatah mengatakan.
    Dan mestinya negara lain sadar dengan ini, sebut saja Australia,

    Indonesia terkenal sopan, Sopan menjadi identitas bangsa, Sopan itu sudah mencapai tingkatan makrifat yang artinya sopan berada pada maqam (posisi) tertinggi, Karena kelembutan adalah ilmu, Karena kelembutan adalah rahasia, karena kelembutan adalah kekuatan batin, karena kelembutan adalah sopan itu sendiri.

    Oi  yang kini berusia 17 tahun adalah bagian kecil dari anak bangsa yang lahir dari kumpulan orang-orang berbasis penggemar dan pemerhati lagu Iwan Fals mewujudkan dirinya sebagai organisasi masyarakat, Oi punya niat punya semangat untuk berbuat memberikan kontribusi untuk Indonesia, kontribusi yang riil adalah berbasis program Seni, Olah raga, Pendidikan, Akhlak, Niaga terintegrasi menjadi sebuah nama (SOPAN) yang secara filosofis mewakili sosok manusia Indonesia yang unggul. 

    Manusia unggul adalah manusia sopan. Pertama, seni menjadi wadah untuk melatih kepekaan karena seni berhubungan dengan dengan hati, Peka terhadap keadaan karena peristiwa adalah seni kejadian berdampak.
    Kedua, olah raga membentuk badan sehat jiwa kuat dan ini mencetak manusia Indonesia tangguh dalam kondisi apapun.
    Ketiga, pendidikan menjawab persoalan tentang kebodohan dan merangsang otak untuk terus dilatih agar tidak cepat pikun maka membuat kelompok diskusi seperti OPSI (Obrolan Penting Saat Ini) sesungguhnya merangsang minat untuk membaca. Ingat, Nabi Muhammad mendapat tugas pertama adalah “Bacalah" Maka tugas kita selanjutnya budayakan baca bukan sekedar huruf-huruf tetapi baca keadaan di sekitar dan baca persoalan kehidupan.
    Keempat, akhlak. “Urus saja moralmu urus saja akhlakmu,” (kutipan lagu Iwan Fals) sebuah respon terhadap kekuasaan yang tidak bermoral dan tidak mencerminkan akhlak yang baik. Maka soal akhlak menjadi sorotan utama untuk kehidupan berbangsa bernegara dan akhlak pemimpin mesti lebih baik dari rakyatnya.
    Kelima, niaga adalah pemberdayaan ekonomi kreatif dan membentuk wirausaha sehingga mental pengemis dikubur dalam-dalam.

    Sopan menjadi jati diri Oi, Sopan menjadi jati diri Indonesia, Maka mengusung tema “Sopan Jati Diri Oi” pada perhelatan Musyawarah Nasional Oi VI Tahun 21 April 2017 di Lampung nanti adalah upaya untuk mempertegas ke dalam anggota Oi tentang arti program untuk kelangsungan hidup organisasi dan mempertegas kepada dunia luar bahwa Indonesia bangsa yang disegani. 

    Leuwinanggung, (11/1).
    Syaiful Ramadlan, SE.
    Ketua Badan Pekerja Munas Oi VI Tahun 2017
    Ketua Departemen Penelitian & Pengembangan BPP Oi (2013-2017)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi