• Breaking News


    Kamis, 08 Agustus 2019

    MENGHADAPI MUSIM KEMARAU

    Sony Teguh Trilaksono    
    tabloi.com - Salam Lingkungan.Bapak-Ibu penggiat lingkungan yang saya hormati dengan penuh respect, sebagaimana kita ketahui bersama dengan adanya perubahan iklim dan aspek lain musim kemarau kali ini diperkirakan akan berlangsung 9-12 bulan,  hingga saat ini kita baru menjalaninya 3 bulan, jadi masih panjang masa kemarau yang akan kita hadapi.

    Kekeringan, hilangnya sumber air tanah, kebakaran hutan, pohon banyak yang mati dan gagal panen adalah indikatornya yang telah kita saksikan bersama.

    Untuk menyikapi hal itu kami dari Rumah SOPAN perkenankan memberikan beberapa saran kepada bapak-ibu untuk menyikap situasi yang kurang bersahabat bagi kehidupan dan lingkungan hidup sekitar kita dengan melakukan beberapa upaya yakni ;

    1. Efisiensi penggunaan air dan mengupayakan air tidak di buang langsung ke got (menguap percuma) tapi masukkan kembali ke tanah dengan mengaktifkan kembali sumur resapan, lubang biopori, embung.
    Pengelolaan air wudlu Mushola/Masjid adalah salah satu targetnya.

    2. Perbanyak menanan tanaman dengan berbagai wahana untuk mengurangi efek panas dan meningkatkan suplai oksigen. Sebaiknya bila menyiram tanaman dilakukan pada saat matahari mulai terbenam untuk mengurangi penguapan

    3. Kelola sampah terutama yang organik karena mudah membusuk dan  membangkitkan bakteri/penyakit dengan menerapkan proses komposting  mandiri.

    4. Kurangi penggunaan energi (gas,listrik,minyak tanah) secara berlebihan untuk mengurangi panas udara.
    Matikan listrik saat kita tidur dan masaklah makanan yang cepat matang.

    Semoga saran kami tersebut bermanfaat bagi bpk-ibu dalam menghadapi kondisi alam yang terjadi tidak diperlukan keluh kesah tapi sebaiknya bersikap bijak dan positif.
    Salam Hijau (*)

    *Sony Teguh Trilaksono (Penggiat Lingkungan Hidup dan Mantan Ketua Umum Oi)



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Munas Oi

    Rakernas Oi

    Muskot Oi