Latest Post

DUKA GARUT DUKA KITA SEMUA

Written By tablOi Ormas Oi on Selasa, 27 September 2016 | 05.23



Sebagai wujud rasa simpati serta duka mendalam.Banjir bandang yang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/9/2016) malam di berbagai Kota di lakukan Penggalangan Dana.

"Begitupun di Kabupaten Sukabumi tidak kalah nya dengan dengan BPK daerah lain" ujar Endeng, salah satu pengurus BPK Ormas Oi Kab.Sukabumi dan salah satu Panitia Penggalangan dana untuk Korban Bencana Banjir Bandang Kab. Garut itu karena kita semua peduli sesama dan menunjukan bahwasan nya kita ada.

Penggalangan dana yang di lakukan dua hari (24-25/09/2016) di berbagai tempat ini mengundang antusias kelompok Oi Kabupaten Sukabumi dan comunitas lain di luar Ormas Oi, salah satu nya Viking Icot Sukabumi. Curah Hujan yang terus melanda Sukabumi tidak menjadikan alasan mereka untuk berbuat baik. “Fray For Garut”
(*Panji Hanggara)




BPK ORMAS Oi Kabupaten Sukabumi Ikut serta Tolak Eksploitasi Gunung Sunda



Gunung Sunda merupakan suatu tempat yang menjadi salah satu warisan dari nenek moyang masyarakat sunda sukabumi jawa barat, kini terancam di Eksploitasi oleh PT. Holcim adapun pada tanggal 25-09-206 sejumlah warga yang terdiri dari organisasi kepemudaan (OKP), berbagai komunitas dan mahasiswa termasuk BPK Ormas Oi Kab. Sukabumi didalamnya melakukan aksi tanda tangan penolakan Eksploitasi gunung sunda Gunung Sunda, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

"Oi Kab.Sukabumi akan mendukung penolakan ekploitasi Gunung Sunda. Karena Kami sadar akan dampak dan akibat nya jika Gunung Sunda di Eksploitasi, kewajiban kita semua melestarikan alam dan pariisata sukabumi agar tetap terjaga," ujar Abah Hery, Ketua Oi Kab.sukabumi kepada Koresponden Tabloi Sukabumi, Minggu.

Gunung Sunda adalah Warisan wisata kekayaan alam di Kabupaten Sukabumi, potensi wisatanya sangat besar. Bukan hanya pemandangan kota/ kabupaten sukabumi dengan jarak pandang mencapai 360 saja yang hanya dapat dinikmati pada puncak gunung sunda ini, namun gunung sunda saat ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan Matahari Terbit dan terbenamnya matahari, salah satu tempat terbaik bagi para penikmat Sunrise dan Sunset, semua itu jangan sampai punah hanya karena kepentenginan Perusahan semen PT.HOLCIM. “Save Gunung Sunda harga mati," ungkap Satgas Oi Kabupaten Sukabumi. (*Panji Hanggara)



Silaturahmi & Pengajian Rutin Bulanan BPK Oi Pandeglang



Pandeglang 24 September 2016.
Pengajian Bulanan adalah salah satu Program Kerja dari Departemen Akhlak BPK Oi Pandeglang 2014-2018, Bicara soal kegiatan pengajian, secara umum kegiatan ini adalah suatu bentuk kegiatan berkumpul, sharing, dan berbagi ilmu terkait agama islam, Organisasi, & Program Kerja tiap Divisi yang mana kegiatan tersebut telah menjadi suatu kegiatan rutin BPK Oi Pandeglang, untuk dilaksanakan oleh setiap Anggota Ormas Oi Pandeglang. Menurut ketua BPK Ormas Oi Pandeglang 2014-2018 (Iyan Taryana) kegiatan pengajian tersebut adalah kegiatan yang sangat bermanfaat terutama bagi Anggota Ormas Oi Pandeglang agar terhindar dari kegiatan lain yang tidak mendatangkan manfaat.

Dan untuk bulan September ini tanggal 24 September 2016, Kelompok Ormas Oi Ancur yang menjadi Tuan Rumah, bertempat di Balai Desa Bulagor, Kecamatan Pagelaran Kab.Pandeglang. dan dihadiri oleh Aparatur Desa Bulagor, Tokoh Masyarakat, sertà para Anggota Ormas Oi se-Kabupatan Pandeglang, kegiatan pengajian berlangsung khidmat sampai selesai.

Kegiatan pengajian ini bisa dibilang kegiatan yang benar-benar mampu meraup antusias warga setempat untuk turut serta mengikutinya. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya warga yang menghadirinya. Ketika kami mengikuti kegiatan pengajian, sambutan dari pihak warga juga ditambahkan, sikap sangat welcome dan keramah-tamahan menyambut kehadiran kami pun menambah antusias kami sendiri dalam mengikuti kegiatan pengajian secara keseluruhan. (*)

* Iqie Kantata

"JAGA BUMI" Tour Silaturahmi BPP Ormas Oi

Written By tablOi Ormas Oi on Rabu, 21 September 2016 | 05.27



Salam Oi, Salam bahagia dan tetap semangat untuk kita semua.

Bumi yang tak terawat dengan baik menandakan ada masalah kebudayaan yaitu matinya logika, etika dan estetika. Bumi yang tak terawat dengan baik bagi setiap pemeluk agama manapun mengajarkan cerdas lingkungan.

"Jaga Bumi" adalah tindakan bukan untuk sewenang-wenang sehingga merusak bumi beserta isinya. Dijaga adalah dirawat karena hidup ini bukan untuk hari ini tapi untuk kelangsungan hidup generasi nanti.

Untuk itu dalam rangka pelaksanaan Program Kerja BPP Ormas Oi Dept. Seni Budaya dan Olahraga, BPP Ormas Oi akan melaksanakan kegiatan Tour silaturahmi BPP Ormas Oi dengan mengangkat tema " JAGA BUMI ". Dalam tahap pertama 5 kota akan menjadi titik pelaksanaan kegiatan ini ( Surabaya, Denpasar Bali, Semarang, Banten & Lampung ). Kegiatan ini di support & didukung penuh oleh pihak Mgt. PT. Tiga Rambu & Yonder Music Indonesia.

Ayoo... mari kita berkumpul, bersilaturahmi dan bekerja nyata bersama-sama dalam menyukseskan event ini, jadilah bagian sejarah dalam kegiatan Tour silaturahmi BPP Ormas Oi.. Salam kebersamaan

BPP Ormas Oi

Jambore Wilayah BPW Oi Jabar, Spektakuler

Written By tablOi Ormas Oi on Senin, 19 September 2016 | 09.10



Spektakuler itulah kata yang keluar dari anggota Oi Jawa Barat. Kegiatan JAMBORE WILAYAH Oi JABAR yang diadakan pada 16,17,18 September 2016 di Kampung Bamboo,  Bandung, setelah terakhir kalinya diadakan pada tahun 2011 pada masa kepemimpinan kang Ozon kini dilaksanakan kembali pada masa kepemimpinan Fikri Habibullah dan ini tidak hanya menjadi silaturahmi anggota Oi se-Jawa Barat terbukti dengan hadir nya presiden FAMALI dan rombongan sekaligus pengurus BPK Oi di luar Jawa Barat pun ikut hadir mensukseskan acara.

Dalam rangkaian acara tersebut, ada yang menarik. yaitu, dengan ada nya pemaparan kisah sejarah Oi Jawa Barat dari para ketua BPW Oi Jawa Barat sebelumnya. yaitu, Kang Acong yang sekarang menjabat di BPP Oi dan Kang Ozon yang sekarang menjabat ketua umum di FAMALI (Fals Mania Lintas Indonesia).

Dalam pidatonya Kang Acong memaparkan, Muswil pertama Oi Jawa Barat yang di adakan pada tanggal 16 Juli dan pada saat itu semua bersifat kondisional. termasuk pada saat berakhirnya masa jabatan Kang Acong berpesan pada Kang Ozon, "Jangan mengakomodir anggota dari daerah yang lain". Karena menurutnya kepengurusan BPW tidak akan efisien, sebab akan sulit ketika kepengurusan BPW akan mengadakan rapat di satu lokasi.

Kepengurusan BPW pertama ini terlalu di paksakan karena SK BPP belum keluar dari Mendagri, program saat itu banyak namun semua improvisasi karena pada saat itu BPP baru mempunyai AD/ART, pada akhir masa jabatan Ketua Umum Pak Sony barulah keluar PO yang semua isinya mengatur tentang keorganisasian.

Beda lain dengan isi pidato Kang Ozon yang menurut kami menarik karena ini menjawab gonjang ganjing di kalangan semua penggemar Iwan Fals.
Menurut Kang Ozon, "Semua penggemar Iwan Fals itu keluarga dan bersaudara. Oi juga lahir dari bersatu nya semua penggemar Iwan Fals."

Kang Ozon mengumpamakan FAMA ibarat (Alm) Galang, Ormas Oi ibarat Cikal dan Tiga Rambu ibarat Raya.

Jamwil Oi Jawa Barat sangat berkesan dan penuh cerita,  di hadiri 22 BPK Oi yang berjumlah 400 peserta di luar tamu undangan dan BPK Oi luar Jawa Barat yang hadir. Acara ini terbilang sukses meski di guyur hujan pada malam pertama. Mengutip ucapan Bapak Ainu Rofik (Sekjen BPP Oi), "Jamwil Oi Jabar ini menjadi Jamwil pemecah rekor dengan peserta terbanyak dan menjadi Jambore prototipe Jamnas Oi".

Semoga jambore jambore selanjutnya dan jambore lain nya pun lebih sukses dari acara sebelumnya.(*)

-panji hanggara (sukabumi)-

Konser Perayaan Karya, Pembuktian Sang Legenda

Written By tablOi Ormas Oi on Minggu, 04 September 2016 | 06.49




Berkecimpung selama lebih dari empat dekade dalam industri musik di Tanah Air bukan waktu yang singkat dan tentunya bukan hal yang mudah. Namun Iwan Fals membuktikan, ia masih mampu bersuara lantang di depan puluhan ribuan penggemarnya.

Pembuktian itu ditunjukkan saat Iwan menggelar konser tunggal bertajuk Perayaan Karya Iwan Fals di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu malam (3/9). Penyanyi pemilik nama lahir Virgiawan Listanto itu menghelat konser yang dihadiri lebih dari 40 ribu penggemarnya, Orang Indonesia atau familiar disebut Oi, dan Fals Mania di hari kelahirannya sendiri yang ke-55 tahun.

Meski nyaris setiap tahun selalu mengadakan konser, baik tunggal maupun sebagai pengisi acara, Iwan mengaku konser kali ini terasa lebih istimewa. Keinginan konser sang legenda hidup dunia musik Indonesia itu datang dari dia sendiri.

"Biasanya saat ulang tahun tak pernah ada perayaan khusus, hanya pengajian dan didatangi saudara serta Oi, sebenarnya saya juga tak enak hati tidak ada perayaan. Ketika saya melihat anak saya ulang tahun dirayakan di sekolahnya, akhirnya saya memutuskan untuk merayakannya dengan konser," kata Iwan saat bercerita kepada awak media sesaat sebelum konser berlangsung.

"Dengan konser ini, saya merasa perlu berkomunikasi juga dengan penggemar. Semoga lagu-lagu ini bisa menyelesaikan sedikit dari masalah orang-orang di luar sana," lanjutnya.

Iwan memang masih, dan tampaknya akan selalu, peduli dengan masalah sekitarnya. Kepedulian itulah yang membuat ia terkenal dengan lagu-lagu bernuansa kritik sosial. Ia dianggap mampu menyuarakan kaum marjinal yang kadang tak terdengar gemanya sampai ke kuping para pejabat negeri.

Namun Iwan juga adalah sosok lelaki yang hangat. Itu terlihat dari banyaknya lagu Iwan yang romantis. Namun bukan romantisme cengeng seperti kebanyakan lagu era modern, melainkan ia mengatakannya dengan 'jantan'.

Iwan mengaku ia kerap dikritik karena kini lebih banyak menulis lagu cinta alih-alih menyoroti berbagai masalah bangsa seperti kemiskinan, politik, hingga kesejahteraan. Atas kritik tersebut, sang legenda ternyata punya filosofi baru.

"Banyak hal sebenarnya yang menarik, mulai dari amesti pajak sampai akrobat politik, tapi suatu kali saya berpikir bahwa di sekeliling diri saya pun banyak hal yang penting dan belum terjawab. Misal, saya melihat bahkan ada Oi yang masih meninggalkan sampah, mengapa? Atau bagaimana Oi menyiapkan dirinya dari rumah untuk datang ke konser?" katanya.

"Saya sering dikritik bahwa saya tidak lagi kritis. Saya cuma berpikir bahwa di sekitar diri sendiri saja masih banyak masalah yang belum selesai, mengapa tidak memulai dari diri sendiri dahulu?" lanjutnya. "Saya mencoba melihat dari sisi yang tak banyak dilihat orang.”

Sederhana dan Abadi

Meski memiliki filosofi lebih sederhana, namun Iwan tak berarti meninggalkan karya-karya dia yang sudah merebut hati jutaan penggemarnya di seluruh Indonesia. Setidaknya, 50 ribu dari mereka memadati Pantai Carnaval Ancol tadi malam.

Sudah datang sejak siang, para Oi antusias menunggu 'Bang Iwan' muncul di atas panggung. Tak masalah harus melewati pemeriksaan hingga tiga lapis, asal bertemu dengan sang idola.

Yang membedakan sang legenda dengan penyanyi baru menetas saat mengadakan konser adalah ketika mereka berada di atas panggung. Iwan tak perlu beragam penari, aksesori, pakaian, sikap atau tarian berlebihan yang kerap dibawakan penyanyi era kini. Iwan tampil sangat sederhana untuk seorang penyanyi papan atas yang sedang konser tunggal.

Berkemeja hitam berlapis jaket hijau lumut yang senada dengan topi, Iwan lebih mirip pria tua dengan gitar klasik di tangan. Pun ketika ia melambaikan topi kepada para penggemarnya, Iwan tak segan menunjukkan rambutnya yang sudah beruban seutuhnya.

Tak banyak berbicara, Iwan membawakan satu demi satu lagu ballads mulai dari Aku Bukan Pilihan (2005), Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu (1982), dan Nona (1989). Kemudian lagu romantis lainnya seperti Mata Indah Bola Pingpong (1987), Kupaksa Untuk Melangkah (1985), hingga berduet dengan Andien dalam Serenade (1984) dan Terminal (1994), serta dengan Rossa dalam Yakinlah (1987) dan Katanya (2013).

Iwan juga membawakan beberapa lagu yang tak asing bagi awam dan terbilang abadi seperti Ibu (1979), Belum Ada Judul (1992), Surat Buat Wakil Rakyat (1987), Manusia Setengah Dewa (2004), Bongkar (1989), Bento (1989), dan Hio (1991). Total, ada 20 lagu yang dibawakan Iwan di Pantai Carnaval tadi malam.

Dan bukan penggemar Iwan Fals bila tak menyanyikan lagu sang legenda. Ribuan Oi mendadak menjadi bak paduan suara di hampir seluruh lagu Iwan Fals. Dan lagu seperti Bento, Bongkar, dan Surat Buat Wakil Rakyat jelas dinyanyikan lebih lantang dibanding lagu lainnya.

Berharap Terus 'Bersuara'

Di momen tadi malam pula, Iwan banjir ucapan selamat ulang tahun. Tercatat, Oi menyanyikan lagu ulang tahun nyaris berkali-kali di setiap ada kesempatan sang legenda tak berdendang.

Belum lagi dari rekan sesama penyanyi seperti Rossa dan Andien. Namun, sang legenda hanya dapat tersenyum tersipu dan berterima kasih atas ucapan ulang tahun di usianya yang tak lagi muda itu.

Harapan untuk sang legenda juga datang dari seorang bule asal Koeln, Jerman, bernama Daniela. Wanita yang sudah menjadi penggemar Iwan sejak 13 tahun lalu ini rela terbang dari Jerman dan baru saja mendarat di Jakarta, Jumat (2/9), untuk pertama kalinya menemui idola yang selama ini hanya bisa dilihat dari YouTube dan gambar di internet.

"Saya suka Iwan karena ia berusaha mempertahankan tradisi dari Indonesia, selain dari musiknya yang saya sangat suka. Saya tidak bisa menggambarkan kebahagiaan saya melihat dia saat ini," ujar Daniela saat sesaat sebelum Iwan naik ke panggung.

Daniela sedikit banyak mengerti bahasa Indonesia setelah ia mempelajari dari lirik Iwan Fals. Meski sulit mendapatkan kaset Iwan, ia selalu mencari lagu idolanya itu di internet.

"Saya tentu tahu hari ini ia ulang tahun dan saya hanya berharap ia terus bahagia, terus berkarya, dan bisa menginspirasi banyak orang." kata Daniela.

Harapan Daniela bukan hanya terucap dari ia dan para Oi saja, tapi juga datang dari Rossa dan Andien. Bahkan, Andien mengatakan bahwa belum ada penyanyi Indonesia lainnya yang sanggup 'membawa' suara rakyat seperti yang Iwan lakukan.

 Penyanyi jazz wanita yang sedang hamil itu berharap sang legenda tetap bersuara untuk semua orang dan lingkungannya, yang langsung diamini oleh seluruh Oi secara serentak tadi malam. (*)

Penanaman 1700 Mangrove Meriahkan HUT RI yang ke-71 Sekaligus HUT Oi yang ke-17 di Kecamatan Muara Gembong

Written By tablOi Ormas Oi on Jumat, 26 Agustus 2016 | 06.46



Kabupaten Bekasi - Dalam merayakan hari jadi Ormas Oi, di tiap BPK-BPK Ormas Oi mungkin merayakannya dengan cara yang berbeda-beda. Begitu pun BPK Kota dan Kabupaten Bekasi merayakan hari jadi ini dengan penanaman 1700 bibit pohon mangrove di deaerah Kecamatan Muara Gembong pada tanggal 17 Agustus lalu, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut diawali dengan Apel memperingati HUT RI yang ke 71 di halaman depan kantor Polsek Muara Gembong. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Pembina Ormas Oi Iwan Fals dan juga Ketua Umum Ormas Oi Rosana Listanto beserta jajaran para pengurus BPP Ormas Oi yang lainnya.

Apel memperingati HUT RI tersebut di pimpin langsung oleh Ketua Ormas Oi BPK Kota Bekasi Fendi Kurniawan dan dibinai langsung oleh Ketua Umum Ormas Oi Rosana Listanto. Disela-sela apelnya Rosana Listanto atau yang akrab di sapa Mba Yos ini berharap agar di usia Ormas Oi yang mulai beranjak dewasa ini bisa menjadi dirinya sendiri seperti tema Hut Ormas Oi "dalam jati diri".

Usai mengikuti Apel memperingati HUT RI yang ke - 71, Pembina Ormas Oi Iwan Fals beserta jajaran BPP dipandu oleh jajaran dari BPK Kota dan Kabupaten Bekasi menuju lokasi penanaman pohon mangrove di daerah Pantai Muara Beting.

Setelah kegiatan penanaman pohon mangrove di lokasi pantai muara beting, Pembina Ormas Oi Iwan Fals beserta jajaran BPP Ormas Oi beralih langsung menuju ke BPK Karawang untuk menghadiri undangan dari BPK Karawang. Namun, sebelum beranjak meninggalkan lokasi kegiatan di Muara Gembong, tak lupa Pembina Ormas Oi Iwan Fals beserta Ketua Umum Ormas Oi Rosana Listanto menyapa dan berfoto bersama dengan para warga sekitar dan juga anggota Ormas Oi yang berada di lokasi tersebut.

Setelah kegiatan penanaman di Kecamatan Muara Gembong selesai, Iwan Fals beserta jajaran BPP Ormas Oi meninggalkan lokasi penanaman dan langsung menuju BPK Karawang dengan pengawalan langsung oleh jajaran anggota Ormas Oi dari BPK Bekasi hingga sampai ke lokasi BPK Karawang. (*Ageng Uye)



Bahagia bisa tampil di panggung Oi Fest



Leuwinanggung, Depok - Lagi-lagi BPK (Badan Pengurus Kabupaten) Bekasi tidak mau ketinggalan dalam hal berkesenian. Terbukti dari acara Oi Fest yang di selenggarakan oleh BPP (Badan Pengurus Pusat) oi di "Panggung Kita", Leuwinanggung. Bongkar Band (Band BPK Kabupaten Bekasi.red) berhasil meraih juara kedua dalam acara oi fest beberapa waktu lalu.

Penampilan Dego vokalis Bongkar band berhasil memukau tuan rumah Iwan Fals dilokasi acara Oi Fest pada saat penampilannya. Sang tuan rumah Iwan Fals pun tak mau ketinggalan untuk bergoyang bersama di depan panggung pada saat penampilan Bongkar Band.

"Baru kali ini saya lihat Bang Iwan sampai bergoyang saat nonton acara, dan itu saat Bongkar Band tampil", bangga Irsan Sinaga, Penasehat BPK Ormas Oi Kabupaten Bekasi.

Bongkar band menjadi juara kedua setelah tersingkirkan oleh Cakcak band, band Rock asal Surabaya yang mewakili BPK Surabaya, dan diapit oleh band asal BPK Tasik sebagai juara ketiganya.

Walaupun bukan menjadi yang pertama, paling tidak band asal BPK Kabupaten Bekasi ini bisa tampil memukau dan telah berhasil menghipnotis para penonton termasuk Pendiri Oi sendiri untuk bisa bergoyang bersama di depan Panggung Kita.

"Kami cukup bahagia bisa tampil menjadi peserta di oi fest yang pertama diselenggarakan oleh BPP ini, walaupun belum bisa menjadi juara yang pertama. hehe.. ", Ujar Dego vokalis Bongkar Band di sela acara selesai tampil di panggung oi fest beberapa waktu lalu.

Acara Oi Fest yang diselenggarakan oleh BPP Ormas Oi ini terbilang cukup sukses hingga akhir acara selesai, dikarenakan banyak peminat dan acara berjalan cukup tertib.

"Walaupun baru kali pertama diadakan, namun minat para peserta cukup baik bahkan ternyata banyak para anggota oi yang mempunyai bakat terpendam didalamnya." Ujar Sony, salah satu panitia Oi Fest, Dewan Pembina Oi Pusat dalam sambutannya pada saat malam Renungan Kemerdekaan di "panggung kita" beberapa waktu lalu.(*Ageng Uye)


 "... Tinggal semua perlu kesadaran jangan kita berpangku tangan Teruskan hasil perjuangan, dengan jalan apa saja, yang pasti kita temukan ..."


Hari Lahir Ormas Oi ke 17 Sekretariat Oi Kabupaten Maros di Padati Seniman

Written By tablOi Ormas Oi on Rabu, 17 Agustus 2016 | 08.58




Oi yang merupakan wadah fans club pencinta Iwan Fals yang kini menjelma menjadi salah satu Ormas di Indonesia yang lahir tahun 1999 lalu, merayakan Miladnya yang ke 17 Tahun pada 16 Agustus 2016. 

Termasuk di Kabupaten Maros, BPK Oi Maros juga merayakan milad tersebut di depan sekertariatnya di Jalan Azalea Maros, selasa malam (16/8/2016) dengan menggelar pentas musik akustik dan Puisi. 

Ketua BPK Oi Maros, Ismail Nurdin mengatakan perayaan milad ini digelar dengan sederhana untuk menjalin silaturrahmi antar sesama pengurus dan tokoh pemuda lain yang ada di Maros. 


Ketua BPW Oi Sulsel, Agus Salim yang juga hadir dalam perayaan itu menilai BPK Oi Maros termasuk salah satu ormas di sulsel yang sangat aktif dalam melakukan berbagai kegiatan positif dan kreatif seperti bakti sosial, kerajinan tangan, pencinta alam, musik, seni dan banyak lagi kegiatan lainnya. 

Dalam kegiatan itu, beberapa seniman Maros seperti Hendra Cipta, Qaimuddin Haq dan Ketua BKKI Maros, Husni Siame juga menyumbangkan puisi-puisinya.

Husni berharap dalam milad Oi ke 17 itu, BPK Oi Maros bisa mempertahankan kreatifitas yang ada utamanya dibidang Seni serta bersinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen yang ada di Maros. 

Sementara Legislator DPRD Provinsi Sulsel, Irfan AB juga ikut menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul Wakil Rakyat diiringi anggota BPK Oi Maros. 

Usai bernyanyi, selain mengucapkan selamat Milad Ke 17 untuk Oi, Irfan juga menceritakan dirinya termasuk salah satu penggemar berat Iwan Fals dan memiliki kedekatan emosional dengan beliau karena pernah duduk bersama dalam satu mobil dan mendampinginya saat mengisi salah satu acara di Makassar.(*)



Download Spanduk HUT RI dan HUT Ormas Oi

Written By tablOi Ormas Oi on Kamis, 11 Agustus 2016 | 05.46



Dalam rangka menyemarakan HUT RI dan HUT Oi Spanduk HUT RI ke 71 dan HUT Oi ke 17 dapat di download di ormas-oi.com/download/

Silahkan di produksi dan pasang di daerah masing masing...

Salam Oi...

#HUTRI71
#HUTOiXVII

Ikuti Festival Musik dan Lagu Ormas Oi

Written By tablOi Ormas Oi on Rabu, 06 Juli 2016 | 21.43



Semarak HUT Ormas Oi yang ke-17 tahun 2016 kali ini akan kita meriahkan dengan pelaksanakan kegiatan "Oi Fest 2016" yang akan dilaksanakan di Panggung Kita Leuwinanggung 19 Depok. Festival ini adalah kegiatan berupa festival musik dan cipta lagu.

Ayoo... daftarkan segera dan ini adalah kesempatan baik untuk kita dalam menunjukan kemampuan dan karya kita khususnya di bidang seni budaya.

Syaratnya sangat mudah dan gampang : Anggota Oi yg ber-KTA resmi (atau dalam proses pembuatan di BPP Oi), mengisi formulir pendaftaran dan membayar biaya pendaftaran 100ribu rupiah per peserta.
Untuk informasi lebih lengkap silahkan menghubungi BPK (Badan Pengurus Kota/Kabupaten) Ormas Oi di kota mu.

Salam Karya.
"Jangan pernah lelah untuk terus Bekerja & Berkarya.."





Tokoh Kita

Artikel Lainnya

 
Support : Creating Website | Oi Tarakan
Copyright © 2013. Tabloi - Fakta, Aktual, Lugas, Style - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website | Modified by Oi Tarakan
Proudly powered by Blogger